Dosen IAIN Bengkulu Alumnus UGM: Tenaga Pendidik Harus Lebih Kreatif dalam Pembelajaran Daring

329

Baca juga: Kubu Raya Pimpinan Bupati Alumnus UGM Sudah Produksi Masker Kain Sejak Maret

Cerita-cerita itu terkait dengan kondisi masing-masing mahasiswanya ketika akan mengikuti pembelajaran.

Seperti ada yang harus memanjat pohon, ada yang naik gunung, hingga ada yang pergi ke luar daerah.

Semuanya hanya untuk bisa mendapatkan sinyal atau jaringan internet yang lebih baik.

Bagi Reko, masalah fasilitas dan jaringan internet harus menjadi pembelajaran bagi kementerian terkait agar bisa memberikan solusi.

“Di kota besar tidak masalah, tetapi bagaimana dengan anak-anak pinggiran di kawasan susah yang (misalnya) sehari-hari orang tuanya petani?” ujar Reko.

Baca juga: Walikota Pariaman Alumnus UGM Raih Penghargaan dari Badan Pusat Statistik

“Handphone mereka terbatas. Apa yang terjadi selama satu semester terakhir ini bisa menjadi refleksi,” jelasnya.

Ketua Pengelola Kerja Sama Luar Negeri IAIN Bengkulu ini memberikan contoh tindakan inisiatif di sebuah daerah yang dia temui. Kata Reko, Balai Desa di daerah tersebut dipasangi akses internet WiFi.

Menurutnya, hal itu sudah membuat masyarakatnya cukup nyaman. Tinggal bagaimana desa setempat melakukan pengaturan jarak guna mematuhi protokol kesehatan.

Hal ini sekaligus menjadi jawaban dari keluhan pemakaian paket data yang membengkak dari pelajar dan mahasiswa.

Masih terkait fasilitas, Reko menilai hendaknya guru atau dosen juga harus melihat kondisi muridnya saat memberikan tugas.

Baca juga: Peneliti Alumnus UGM Ini Yakin Harimau Jawa Masih Eksis di Indonesia