Dosen HI UGM: UKM di Indonesia Patut Dijadikan sebagai Acuan Penyokong Ekonomi Regional

74

Baca juga: Erwan Sugiatno Meninggal Dunia, Dekan Kesebelas FKG UGM Ini Tinggalkan 3 Catatan Penting

Meskipun demikian, Dafri melihat masih ada negara yang kurang memberi perhatian inisiatif ekonomi berdikari ini.

Hal ini dinyatakan dia karena ada sejumlah hambatan internal terhadap pengembangan UMKM.

Di antaranya berkaitan dengan akses pembiayaan perbankan, pengelolaan administrasi keuangan, serta kualitas sumber daya manusia.

Adapun hambatan eksternalnya adalah keterbatasan akses bahan baku dan teknologi, iklim usaha yang kurang kondusif, serta lemahnya infrastruktur dalam bidang transportasi dan energi.

Baca juga: Sonjo Gagasan Ekonom UGM Gelar Pameran Virtual untuk Kembangkan Pemasaran APD DIY

Dafri lantas memberikan rekomendasi strategi untuk mengembangkan UMKM dalam menghadapi MEA.

Dia menekankan bahwa harus ada program khusus yang dirancang untuk memfasilitasi promosi dan pemasaran, serta pemanfaatan digital marketplace.

“Hanya 8 persen atau sekitar 3,79 juta usaha yang memanfaatkan platform daring. Padahal, digitalisasi pemasaran produk menjadi momen penting bagi pengembangan UMKM,” ucap Dafri.

“Strategi pengembangan UMKM juga harus mencakup aspek kelembagaan, akses pembiayaan dan legalitas, peningkatan daya saing global, serta monitoring,” pungkasnya. (Ts/-Th)

Baca juga: Lawan 37 Kelompok dari 3 Negara, Tim Mobil Listrik Arjuna UGM Kantongi 4 Penghargaan