Dosen HI UGM: UKM di Indonesia Patut Dijadikan sebagai Acuan Penyokong Ekonomi Regional

73

Baca juga: Cerita dari Anak-anak yang Menghadapi Pandemi Covid-19

Dafri mengatakan, Peran strategis UMKM dalam MEA yakni: membantu menanggulangi masalah pengangguran, dan menghidupkan kawasan industri.

Serta memiliki daya tahan yang kuat saat dihadapkan dengan krisis, dan berkontribusi besar terhadap PDB dan pertumbuhan ekonomi.

Semangat pengembangan UMKM tersebut didukung oleh Cetak biru Masyarakat Ekonomi ASEAN 2025.

Cetak biru tersebut telah disetujui oleh negara anggota ASEAN pada tahun 2015.

“Di dalamnya meliputi penciptaan pasar tunggal dan basis produksi dengan arus bebas barang, jasa, investasi, dan tenaga kerja terampil,” kata Dafri.

Baca juga: Tetap Bugar Selama Pandemi, Begini Tips Berolahraga di Dalam Rumah dari Pakar Kesehatan UGM

“Lalu, kawasan yang berdaya saing tinggi, pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan merata, serta mengintegrasikan ASEAN ke dalam ekonomi global,” terangnya.

Pria yang lulus dari Hubungan Internasional UGM pada 1987 ini menilai, UMKM adalah sektor prominen di kawasan Asia yang terbukti menunjang perekonomian, khususnya negara-negara berkembang.

Misalnya di Indonesia, Data Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa sektor UMKM tahan banting terhadap krisis.

Pascakrisis ekonomi pada 1997-1998, jumlah UMKM justru menunjukkan peningkatan.

Sebab, UMKM mampu menyerap 85 juta hingga 107 juta tenaga kerja sampai 2012.

Baca juga: Teliti Manfaat Teknologi Nuklir bagi Kehidupan, Hantarkan Agus Budhie Wijatna Jadi Guru Besar