Dosen dan Teman Seangkatan Harap Jokowi Bisa Bawa Indonesia Makin Maju

1192
Ilustrasi: Parkiran biasanya adalah tempat kumpul para laki-laki. Biasanya mereka menggodai para wanita jika melewatinya. Namun, Ana, teman seangkatan Jokowi ingat betul dia bukan salah satu dari mereka. Foto: medcom.id
Ilustrasi: Parkiran biasanya adalah tempat kumpul para laki-laki. Biasanya mereka menggodai para wanita jika melewatinya. Namun, Ana, teman seangkatan Jokowi ingat betul dia bukan salah satu dari mereka. Foto: medcom.id

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Seusai mengikuti acara peletakan batu pertama gedung Integrated F!orest Farming Learning Center (IFFLC), pria tua itu tampak kebingungan mencari seseorang di lobi Gedung B Fakultas Kehutanan UGM.

Tidak lama setelahnya, dengan ditemani oleh salah satu mahasiswanya dahulu, dia akhirnya bertemu dengan orang yang telah dicarinya.

Pria tua itu adalah Ir. Kasmudjo, M.S., yang selama ini disalahsangka sebagai Dosen Pembimbing Skripsi Presiden Joko Widodo.

“Banyak wartawan salah menulis hal itu. Tentu benar Saya terlibat dalam skripsi beliau, lah wong saya dosen pembimbing akademiknya,” ujarnya sembari berkelakar.

Kasmujdo kemudian bercerita pengalamannya selama membimbing Jokowi waktu kuliah, yakni tahun 1980-1985.

Presiden Jokowi menghaturkan terima kasih kepada Kasmudjo. (Foto: Dok. Biro Setpres)
Presiden Jokowi menghaturkan terima kasih kepada Kasmudjo. (Foto: Dok. Biro Setpres)

Baca juga: Jelang Pelantikan Presiden Jokowi, Fakultas Kehutanan UGM Gelar Doa Bersama dan Tumpengan

Menurutnya, Jokowi adalah tipe mahasiswa yang disiplin dan teliti.

Meskipun dia menyebut rata-rata mahasiswa pada zaman itu juga seperti itu.

Namun, dia menekankan perbedaan Jokowi dengan mahasiswa lainnya waktu itu adalah tingkat kerajinannya.

“Saya ingat dia dulu sering nglaju Solo-Jogja pas longgar, hanya untuk membantu usaha mebel keluarganya. Saya beberapa kali juga kerap dimintai bantuan ketika dia mengalami kesulitan. Sosok Jokowi yang Saya kenal dulu ya seperti itu. Walau memang seperti yang dibilangnya di media-media bahwa saya dulu galak,” paparnya.

Cerita Kasmudjo berlanjut ketika Jokowi sudah menjadi pejabat, baik walikota, gubernur, maupun presiden.

Baca juga: Presiden Jokowi Dijadwalkan Hadiri Munas Kagama 2019