Dokter Gigi Peraih IPK 4,00 Ini Tidak Ingin Kaya dari Profesinya

1175
Menurut wisudawati peraih IPK sempurna ini, dokter bukanlah profesi bisnis. Dia lebih memilih membuka bisnis di bidang lain daripada menjadi kaya dari profesi dokter gigi. Foto: Kinanthi
Menurut wisudawati peraih IPK sempurna ini, dokter bukanlah profesi bisnis. Dia lebih memilih membuka bisnis di bidang lain daripada menjadi kaya dari profesi dokter gigi. Foto: Kinanthi

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Sejak awal Lydia Astari (34) hanya berharap bisa lulus tepat waktu.

Dengan targetnya itu, dia secara langsung membantu meningkatkan akreditasi prodi.

Terkait nilai, Lydia tidak berharap banyak, yang terpenting bisa melampaui IPK 3.75.

Namun, pada Wisuda Program Magister dan Doktor Periode I Tahun Akademik 2019/2020 pada Rabu (23/10/2019), Lydia berhasil meraih IPK 4,00.

Jujur dikatakan, dia tak menyangka bisa mencapai nilai yang melebihi targetnya.

Foto bersama keluarga usai wisuda. Foto: Istimewa
Foto bersama keluarga usai wisuda. Foto: Istimewa

Baca juga: Cara Mahasiswa Kos Atasi Demam Tanpa Pergi ke Dokter

Selama menempuh studi di prodi Spesialis Ortodonsia Fakultas Kedokteran Gigi UGM, Lydia merasa proses belajarnya tidak menemukan kesulitan yang berarti.

“Dosen sebetulnya kasih materi text book. Tapi bahan belajar kami kebanyakan dari presentasi kita sendiri. Jadi ya ngerasa lebih gampang,” ujar Lydia kepada KAGAMA.

Lydia bercerita, tantangan yang dia hadapi kala menempuh studi yaitu ketika harus membagi waktu kegiatan akademik dengan non akademik.

Mahasiswa spesialis diwajibkan aktif juga membantu urusan akreditasi, serta beberapa kegiatan seperti seminar dan pentas seni.

“Itu yang menjadi tantangan. Tapi, kegiatan non akademik ini jadi memicu Saya untuk cepat lulus,” ungkap perempuan asal Pekanbaru, Riau ini.

Baca juga: Apoteker Perlu Kreatif Manfaatkan Teknologi Demi Tercapainya Pembangunan Kesehatan