Diplomasi Ekonomi Indonesia di Tiongkok Tahun 2019 Dongkrak Nilai Investasi

27
Nilai investasi mencapai USD 3,31 miliar atau naik 81,3% pada periode yang sama dari tahun sebelumnya. Foto: Kompas
Nilai investasi mencapai USD 3,31 miliar atau naik 81,3% pada periode yang sama dari tahun sebelumnya. Foto: Kompas

KAGAMA.CO, BEIJING – Duta Besar RI untuk Tiongkok merangkap Mongolia, Djauhari Oratmangun menyampaikan upaya capaian diplomasi ekonomi yang dilakukan Indonesia di wilayah Tiongkok, pada Jum’at (17/01/2020) di Beijing.

Salah satu yang difokuskan adalah mendorong investasi.

Tercatat peningkatan signifikan dalam nilai investasi Tiongkok di tahun 2019.

“Sesuai data BKPM hingga Kuartal III (akhir September) tahun 2019, sebanyak 1.888 total proyek investasi dari Tiongkok direalisasikan di Indonesia,” ujar Dubes alumnus Fakultas Ekonomi UGM ini.

Nilai investasi mencapai USD 3,31 miliar atau naik 81,3% pada periode yang sama dari tahun sebelumnya (jumlah proyek 1.059 dengan nilai USD 1,83 miliar).

Nilai investasi hingga Kuartal III bahkan sudah melebihi capaian realisasi investasi tahun 2018 yang mencapai USD 2,41 miliar.

Pelaku usaha Indonesia dan Tiongkok, kata Djauhari, telah menandatangani 23 perjanjian kerja sama dalam kerangka pengembangan 4 Koridor Ekonomi yakni Sumatra Utara, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara dan Bali.

Baca juga: Kagama Sulut Segera Helat Semnas untuk Jawab Tantangan Era Industri 4.0

Penandatanganan disaksikan langsung oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam Indonesia-China Business Forum for GMF-BRI pada kesempatan penyelenggaraan Belt and Road Forum yang ke-2 (BRF II) bulan April 2019.

Perjanjian kerja sama tersebut mencakup pengembangan techno park, industrial park, proyek pengolahan limbah, pembangkit tenaga listrik, e-commerce dan pengembangan transportasi.

Ada juga pengembangan pelabuhan dan kawasan industri, kawasan ekonomi khusus, pengembangan 5G, kerja sama sister port, serta industri perikanan.

Selain fokus pada investasi, diplomasi ekonomi yang dilakukan juga fokus pada penguatan kerja sama ekonomi.

Yakni peningkatan perdagangan bilateral antara Indonesia dan Tiongkok, serta promosi pariwisata Indonesia di Tiongkok, yang merupakan salah satu sumber wisatawan asing terbesar saat ini. (Kinanthi)

Baca juga: Menjaga Imaji Affandi, Tentang Kemanusiaan dan Keindonesiaan