Dinilai Berhasil Tangani Covid-19, Dibutuhkan Lebih Banyak Pendonor Plasma Konvalesen

99
SONJO berharap semakin banyak penyintas Covid-19 gejala sedang/berat yang berkenan mendaftarkan diri sebagai pendonor plasma untuk membantu pasien-pasien Covid-19. Foto: SONJO
SONJO berharap semakin banyak penyintas Covid-19 gejala sedang/berat yang berkenan mendaftarkan diri sebagai pendonor plasma untuk membantu pasien-pasien Covid-19. Foto: SONJO

KAGAMA.CO, YOGYAKARTA – Gerakan kemanusiaan Sambatan Jogja (SONJO) telah meluncurkan program SONJO Husada Konvalesen (SoHibKoe) pada Minggu (27/12/2020).

Donor plasma (konvalesen) dari penyintas Covid-19 kepada pasien Covid-19 adalah salah satu terapi tambahan yang dapat dilakukan oleh dokter kepada pasien Covid-19.

Selama ini, keberhasilan terapi konvaselen untuk pasien Covid-19 mendekati 70 persen, sesuai standar internasional.

Namun demikian, saat ini banyak pasien Covid-19 membutuhkan terapi ini, namun demikian jumlah pendonor konvalesen cenderung terbatas.

“Harapan saya semakin banyak penyintas Covid gejala sedang/berat yang berkenan mendaftarkan diri sebagai pendonor plasma untuk membantu pasien-pasien Covid.”

Baca juga: Emri Juli Harnis Ingin KAGAMA Riau Memberi Manfaat bagi Masyarakat Riau

“Saat ini kebutuhan plasma untuk terapi tambahan tersebut tinggi, namun tidak sebanding dengan jumlah penyintas yg berkenan menjadi donor plasma,” ujar Rimawan Pradiptyo, S.E., M.Sc., Ph.D, kepada Kagama melalui pesan WhatsApp, belum lama ini.

Ekonom UGM sekaligus inisiator SONJO itu berujar, permintaan terhadap donor konvalesen tinggi, namun hal ini belum sebanding dengan jumlah penyintas yang rela mendonorkan plasmanya untuk terapi tambahan ini.

Alumnus Ilmu Ekonomi UGM angkatan 1989 itu menjelaskan, program ini selain berusaha mengumpulkan pendonor plasma, juga membawa pesan bahwa pasien Covid-19 janganlah dikucilkan.

Faktanya donor Konvalesen ini menunjukkan penyintas Covid gejala sedang/berat, menjadi pahlawan ketika mereka mendonorkan plasmanya untuk membantu kesembuhan pasien Covid-19.

“Siapapun memiliki risiko terpapar Covid-19 tanpa kecuali,” ujar doktor lulusan University of York, Inggris itu.

Baca juga: Kabupaten di Bawah Pimpinan Alumnus UGM Ini Bakal Jadi Pusat Hilirisasi Gas