Jakarta – Budi Karya Sumadi dilantik sebagai Menteri Perhubungan oleh Presiden Jokowi menggantikan posisi Ignasius Jonan. Budi mengaku dirinya dititipi pesan oleh Presiden Jokowi. Apa itu?

Budi mengatakan, pesan pertama yakni berkaitan dengan masalah konektivitas. Dirinya diminta untuk memperbaiki masalah konektivitas perhubungan baik darat, laut, udara maupun kereta api.

“Sebenarnya Presiden ada dua pesannya. Satu adalah berkaitan memperbaiki konektivitas, jadi laut, udara, darat, kereta api. Dan juga bagaimana kita memberdayakan dan menghargai stakeholder. Stake holder itu adalah masyarakat nomor satu. Masyarakat harus mendapatkan layanan yang maksimal,” kata Budi Karya di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (27/7/2016).

Selanjutnya, Jokowi meminta Budi Karya untuk membenahi masalah birokrasi. Presiden Jokowi ingin agar Kementerian Perhubungan bisa merangkul pihak terkait untyuk menciptakan perhubungan yang lebih baik lagi.

“Bagaimana kita memanage lebih tangguh. Operator bagaimana kita berdayakan supaya operator lah yang melakukan pekerjaan, kita melakukan manajemen terhadap operator itu sendiri,” kata Budi.

Budi menjelaskan, inti dari membina sebuah lembaga, termasuk kementerian adalah manajemen. Dengan manajemen yang baik maka lembaga itu akan dapat berjalan dan berfungsi dengan baik.

“Sebenarnya kementerian itu kan intinya manajemen, bagaimana kita memanage suatu organisasi, itu tidak jauh beda dengan memanage departemen, sebesar apapun departemen itu,” katanya.

Budi optimis, dengan bekal yang dimilikinya dia mampu menjalankan tugasnya sebagai Menteri Perhubungan dengan baik.

“Jadi saya berfikir, karena saya sudah pegang korporasi itu dari tahun 1994, pola itu yang akan kita lakukan. Artinya, ada kita bicara mengenai teknis, tapi kita juga ada masalah sumber daya manusia, keuangan dan sebagainya. Jadi itu suatu format yang sudah biasa saya lakukan,” katanya.

“Ke depan saya pikir apapun itu dirjennya, kita menerapkan bagaimana manajemen birokrasi kita kelola dengan lebih baik menjadi manajemen birokrasi yang berbasis atau berorientasi pada masyarakat,” tambah Budi Karya. (detik.com/Foto: Bagus Prihantoro)