KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Digilib Cafe atau singkatan dari Digital Library Cafe merupakan suatu inovasi baru di lingkungan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (FISIPOL UGM), Bulaksumur, Sleman, Yogyakarta. Digilib Cafe yang baru diresmikan pada 19 Desember 2017 lalu memberi wadah mahasiswa akan ruang pertemuan yang bisa dipakai atau disewa secara bersama (disebut co-working space). Kafe ini menyediakan tempat nongkrong asyik yang tersambung dengan perpustakaan digital FISIPOL UGM.

“Cafe ini sebenarnya sarana pendukung digital library. Kalau orang memandang perpustakaan kan kesannya kaku banget, jadi dibuat lebih modern. Konsepnya co-working space gitu. Di sini tempat teman-teman cari data, librarynya ada. Biasanya mahasiswa mencari ketenangan dan kenyamanan untuk menyelesaikan tugas-tugasnya di luar, sekarang di kampus ada,” ucap Raindy Nada Samudera selaku Staff Manager Digilib Café, belum lama ini.

Mahasiswa tak perlu lagi ke luar untuk mengerjakan tugas kuliah [Foto Ashlilly Achidsti/KAGAMA]
Mahasiswa tak perlu lagi ke luar untuk mengerjakan tugas kuliah [Foto Ashlilly Achidsti/KAGAMA]
Di Digilib Cafe terdapat kelompok meja dengan 2 kursi atau 4 kursi kayu, sofa, dan ruang tertutup dengan kapasitas 10 orang untuk berdiskusi. Selain sebagai sarana belajar, Digilib Cafe juga memantik kreativitas mahasiswa dengan menyediakan stage, sound, layar, dan proyektor. Harapannya, fasilitas tersebut dapat memantik kreativitas mahasiswa untuk menggunakan Digilib Cafe sebagai wadah perform, screening film, dan kegiatan positif lainnya.

Animo mahasiswa menyambut Digilib Cafe bisa terbilang besar. Terlebih setelah cafe ini dikunjungi Presiden RI Joko Widodo. Pada 19 Desember 2017 lalu Jokowi menyempatkan meminum kopi di tempat ini. Tentu saja hal itu menarik rasa penasaran mahasiswa lainnya. Hal itu membuat pengunjung Digilib Cafe bukan saja dari mahasiswa Fisipol UGM, tetapi dari mahasiswa fakultas lain, bahkan kalangan selain mahasiswa. [ASHILLY ACHIDSTI]