Serangan ideologis ini, dikatakan Ryamizard, sebagai perang modern atau yang dikenal dengan proxy war. Perang modern tersebut dilakukan tanpa harus berhadapan secara fisik, tetapi dilakukan melalui upaya sistemik untuk melemahkan dan menghancurkan ideologi suatu bangsa.

Oleh karenanya, Ryamizard menekankan pentingnya upaya penguatan kesadaran bela negara untuk memperkuat persatuan nasional. Dengan kesadaran bela negara yang tinggi, akan dihasilkan warga negara Indonesia yang mengenal Jati diri dan amanahnya bagi bangsa dan negara.

Sementara itu, turut hadir sebagai pembicara selanjutnya, yaitu Kepala Kepolisian Negara Indonesia (Kapolri), Jenderal Polisi Prof. Drs. H. M. Tito Karnavian. Dalam kesempatan tersebut, Jendral Tito menyampaikan pentingnya mengelola keberagaman Indonesia untuk menghindari terjadinya perpecahan.

“Keberagaman ini membuat Indonesi kaya, tetapi jika tidak dikelola justru bisa menjadi sumber perpecahan,” ungkapnya.

Menurutnya, konflik terjadi karena adanya perbedaan yang tereksploitasi di masyarakat. Perbedaan-perbedaan yang ada akan saling berbenturan apabila tidak dikelola dengan baik.