Dies Natalis ke-50 UGM: Kemunculan Perangko Langka Seharga Rp8,75 Juta

99
Perangko ikonis menjadi penanda pringatan Dies Natalis ke-50 Universitas Gadjah Mada (UGM). Foto: Ist
Perangko ikonis menjadi penanda pringatan Dies Natalis ke-50 Universitas Gadjah Mada (UGM). Foto: Ist

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Suasana krisis moneter yang menerjang Indonesia sejak 1997 masih terasa bagi sivitas yang memperingati Dies Natalis ke-50 UGM.

Usia ke-50 dipandang sebagai tahun emas. Namun, perayaan kali ini tidak dilakukan secara besar-besaran, melainkan dengan acara yang monumental.

Demikian seperti dikatakan Rektor UGM kala itu, Prof. Dr. Ichlasul Amal, M.A, dalam Berita KAGAMA edisi November 1999.

Salah satu acara yang turut memeriahkan Dies Natalis ke-50 UGM adalah peluncuran perangko universitas untuk kali pertama di Indonesia.

Acara peluncuran perangko bersamaan dengan Pameran IPTEKS. Diadakan pula lelang Sampul Hari Pertama Perangko yang ditandatangani Sri Sultan Hamengkubuwono X, Rektor UGM Prof. Ichlasul Amal, dan Direktur Pos Indonesia saat itu, Alinafiah MBA.

Baca juga: Cerita di Balik Jenggot Ganjar Pranowo

Adapun hasil lelang dilaporkan untuk membantu mahasiswa yang kurang mampu dan kegiatan-kegiatan akademik.

Acara lelang perangko dimenangi oleh empat orang: yakni Drs. Hafidz Asram, Ir Haryana, M.Arch., Prof. Dr. Siti Chamamah Soeratno, dan Direktur Pos Alinafiah.

Drs. Hafidz mendapatkan harga Rp4,5 juta dari penawaran Rp3 juta, sedangkan Ir. Haryana sepakat di harga Rp4,1 juta dari penawaran Rp2,5 juta.

Sementara itu, Prof. Chamamah meraih nilai Rp2,9 juta dari penawaran Rp2,5 juta.

Adapun penawaran tertinggi diperoleh Direktur Pos Alinafiah yang mengajukan harga Rp8,75 juta dari penawaran pertama Rp2,5 juta.

Baca juga: Produk Merchandise Kafegama DIY Diluncurkan, Hasil Penjualan untuk Kegiatan Sosial