Dewi Cahyani Puspitasari, Ukir Prestasi dan Relasi

10
Dewi banyak mendapat tawaran pekerjaan dari berbagai relasinya di organisasi.(Foto: Maulana)
Dewi banyak mendapat tawaran pekerjaan dari berbagai relasinya di organisasi.(Foto: Maulana)

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Ceria dan friendly, dua kata yang menggambarkan sosok Dewi Cahyani Puspitasari, M.A., di mata mahasiswanya.

Kesibukannya sebagai dosen dan Sekretaris Program Studi (Sekprodi) S1 Sosiologi UGM, tak membuatnya berhenti memberikan energi positif kepada orang-orang di sekitarnya.

Dewi tak hanya dikenal ramah, ia juga mampu merangkul mahasiswa dan membangun hubungan baik dengan siapa saja.

Sikap ramah kepada banyak orang nampaknya terlihat sepele. Namun ternyata hal ini berbuah baik bagi karier Dewi.

Ia mendapat banyak relasi sejak duduk di bangku sekolah.

Di samping pintar menjalin relasi, Dewi selalu bersemangat meraih prestasi.

Relasi dan prestasi menjadi dua hal penting bagi Dewi untuk mengembangkan kariernya.

Dunia ekonomi menjadi interest Dewi sejak sekolah.

Sempat gagal mendapatkan jurusan impian, Dewi tak lantas berputus asa.

Sosiologi memang tak menjadi pilihan pertama, tetapi melalui ilmu ini, Dewi bisa mengawali kariernya.

Dewi Cahyani Puspitasari, M.A.(Foto: Maulana)
Dewi Cahyani Puspitasari, M.A.(Foto: Maulana)

Memutuskan kuliah di Jurusan Sosiologi bukan sembarang keputusan.

Dewi pun mempelajari lebih dulu jurusan ini sebelum memilih.

Beberapa fokus kajian di dalam Sosiologi dirasa menarik bagi Dewi.

Masa-masa awal kuliah, adaptasi tak sulit dilakukan, Dewi mampu mengikuti perkuliahan dengan baik, bahkan mendapatkan nilai IPK yang cukup tinggi.

Perjalanan karier Dewi juga tak lepas dari keakrabannya dengan Gelanggang Mahasiswa UGM.

Banyaknya Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang ia sambangi, memberikan referensi yang cukup bagi Dewi untuk kegiatan pengembangan diri Dewi di luar kuliah.

Namun, di antara banyaknya UKM, Dewi merasa cocok dengan Koperasi Mahasiswa (Kopma) UGM.

“Saya tahunya lewat Kopma saya bisa jadi part timer, lumayan bisa nambah uang saku.”

“Tetapi, ternyata di sana ada unit-unit lain, salah satunya speaking club.”

“Lewat situ saya jadi kenal banyak orang, salah satu teman jadi penyiar radio Swaragama, kemudian saya jadi tahu seluk beluk dunia penyiaran,” ungkapnya kepada KAGAMA, belum lama ini.

Mulai dari sini, Dewi banyak belajar teknik komunikasi dan public speaking.

Sempat tak percaya diri, ia akhirnya bisa menjadi MC wisuda melalui seleksi yang diselenggarakan oleh Humas UGM.