Detik-detik Sebelum Ayah Jaka Tingkir Dieksekusi Kerajaan Demak

229
(Ilust. Makam Ki Ageng Pengging Sepuh) Ketua LOKANTARA alumnus UGM, Dr. Purwadi, M.Hum, mengisahkan detik-detik sebelum ayah dari Jaka Tingkir, Ki Ageng Pengging, dieksekusi oleh Kerajaan Demak. Foto: Tajuk Online
(Ilust. Makam Ki Ageng Pengging Sepuh) Ketua LOKANTARA alumnus UGM, Dr. Purwadi, M.Hum, mengisahkan detik-detik sebelum ayah dari Jaka Tingkir, Ki Ageng Pengging, dieksekusi oleh Kerajaan Demak. Foto: Tajuk Online

KAGAMA.CO, YOGYAKARTA – Salatiga pada masa silam pernah diasuh oleh Ki Ageng Tingkir, sosok guru kebatinan yang peng-pengan (tekun).

Tepatnya, saat Kesultanan Demak berdiri dan dipimpin oleh sang raja pertama, Raden Patah.

Ilmu yang didapat Ki Ageng Tingkir didapat dari pemuka agama asal Iran, Syekh Siti Jenar.

Ki Ageng Tingkir berguru kepada Syekh Siti Jenar bersama dengan Ki Ageng Banyubiru, Ki Ageng Butuh, dan Ki Ageng Pengging.

Menurut Ketua LOKANTARA (Lembaga Olah Kajian Nusantara), Dr. Purwadi, M.Hum, murid-murid Syekh Siti Jenar punya militansi yang tinggi.

Baca juga: Jika Tak Setuju New Normal, Silakan Tetap Tinggal di Rumah

“Militansi para pengikut setia Syekh Siti Jenar tidak lekang oleh panas dan lapuk oleh hujan,” kata Purwadi, kepada Kagama.

“Cercaan, hujatan, dan serangan fisik terhadap pengikut Syekh Siti Jenar tak menggoyahkan semangat dan tekadnya,” jelas alumnus Fakultas Ilmu Budaya dan Fakultas Filsafat UGM ini.

Sebagai informasi, Ki Ageng Pengging bernama asli Ki Kebo Kenanga. Dia adalah ayah dari Jaka Tingkir (raja pertama Kesultanan Pajang) yang menikah dengan kakak perempuan Ki Ageng Butuh.

Sedangkan status Ki Ageng Pengging adalah adik seperguruan dari Ki Ageng Tingkir.

Suatu hari, Ki Ageng Pengging alias Ki Kebo Kenanga dipanggil. Kata Purwadi, Sri Baginda (Raden Patah) ingin agar Ki Kebo Kenanga menghadap ke Demak.

Baca juga: UGM Sarankan 3 Opsi Kebijakan di Era New Normal