Dekan Fakultas Biologi UGM Sebut 2 Faktor Lingkungan yang Berpengaruh Terhadap Penyebaran Virus Corona

2093
Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Budi Setiadi Daryono, meyakini bahwa suhu dan kelembaban punya pengaruh terhadap penyebaran virus Corona. Foto: Ist
Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Budi Setiadi Daryono, meyakini bahwa suhu dan kelembaban punya pengaruh terhadap penyebaran virus Corona. Foto: Ist

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Wabah Covid-19 yang disebabkan oleh virus Corona jadi mimpi buruk saat dunia tengah memasuki dekade kedua abad ke-21.

Hingga Senin (13/4/2020), situs worldometers mencatat total sudah ada 1.852.652 kasus.

Nilai itu merupakan akumulasi sejak virus Corona menginfeksi pertama kali warga Wuhan, Tiongkok.

Sementara itu, Corona telah memakan korban 114.308 nyawa manusia.

Amerika Serikat menjadi negara terparah dengan jumlah kasus 560.425 dan 22.105 kematian.

Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Budi Setiadi Daryono angkat bicara mengenai fenomena wabah ini.

Bersama dosen Fakultas Biologi UGM, Dr. Aprilia Sufi Subiastuti, Budi memaparkan pandangannya dalam tulisan di laman Jawa Pos baru-baru ini.

Baca juga: Prof. Soekanto Reksohadiprodjo Berpulang, UGM Kehilangan Figur Pemimpin yang Humble dan Dermawan

Menurut Budi, virus penyebab Covid-19 (SARS-CoV-2) punya karakter berbeda dari dua virus Corona yang sebelumnya (SARS-CoV-1, MERS-CoV).

Meskipun begitu, dua virus itu sama-sama menyebabkan epidemi secara global.

Oleh karena itu, kata dia, dunia seakan berlomba dengan virus guna menghambat persebarannya via berbagai upaya.

“Jika kita cermati berdasarkan data global, pandemi Covid-19 ini awalnya banyak dikonfirmasi di negara subtropis yang terletak di belahan bumi utara,” tutur Budi.

“Dari lima negara dengan kasus terbanyak, semua merupakan negara subtropis,” terangnya.

Penuturan Budi memang benar. Sebab, hingga saat ini AS, Spanyol, Italia, Prancis, dan Jerman menjadi lima negara dengan kasus paling banyak.

Sedangkan negara virus ini berasal, Tiongkok, kini menduduki urutan ketujuh di bawah Inggris.

Baca juga: Wujud Kepedulian Fakultas Biologi UGM dan KABIOGAMA kepada Mahasiswa Terdampak Covid-19