Dayu Purnama, Pegawai BNN DIY Jadi Lulusan Terbaik S2 Fakultas Hukum UGM

413
Dayu mendapat beasiswa dari tempatnya bekerja, yaitu dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi DIY. Foto: Istimewa
Dayu mendapat beasiswa dari tempatnya bekerja, yaitu dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi DIY. Foto: Istimewa

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Bersyukur tetapi masih merasa minder, hal ini dirasakan oleh Dayu Purnama Adianingsih yang menjadi lulusan terbaik dan wakil wisudawan Fakultas Hukum.

Dayu diwisuda pada Wisuda Pascasarjana dan Doktor Periode IV Tahun Akademik 2018/2019.

Namun demikian, Ia mengaku belum menjadi apa-apa dan masih membutuhkan ilmu lebih banyak.

Wisudawan peraih IPK 3,98 ini, beruntungnya mendapat beasiswa dari tempatnya bekerja, yaitu dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi DIY.

Dayu kemudian memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengabdi kepada masyarakat dan sebagai amanah berbagi ilmu yang ia peroleh selama menempuh pendidikan master.

Sampai di tahap ini, Dayu berterima kasih atas segala bentuk dukungan baik doa, nasihat, maupun suntikan semangat yang diberikan oleh orang tua, saudara, dan suaminya. Foto: Istimewa
Sampai di tahap ini, Dayu berterima kasih atas segala bentuk dukungan baik doa, nasihat, maupun suntikan semangat yang diberikan oleh orang tua, saudara, dan suaminya. Foto: Istimewa

Baca juga: Abiprayadi Imbau Wisudawan Membawa Nilai-nilai ke-UGM-an di Dunia Kerja

Diceritakan oleh Dayu, rasa minder itu juga ia rasakan ketika tahun awal kuliah di UGM.

“Jujur Saya tidak percaya diri dan takut di DO, karena ketidakmampuan saya dan karena nama besar Fakultas Hukum UGM dengan mahasiswa-mahasiswa terbaik di dalamnya sehingga saya minder,” ujarnya kepada kAGAMA, belum lama ini.

Perjalanan Dayu selama menempuh pendidikan master tidak terlepas dari berbagai perjuangan, terutama ketika ada kelas pagi.

Ia harus berangkat lebih awal dari teman-temannya karena jarak tempat tinggal hingga ke kampusnya cukup jauh.

Apalagi dosen yang mengajar menurutnya lumayan perfeksionis dan on time.

Baca juga: Tujuh Tempat Favorit Berfoto Para Wisudawan

Belum lagi dengan beban tugas, presentasi, debat, serta berbagai ujian yang menguras tenaga dan pikiran.

Selain itu, dunia akademis ini juga menuntut Dayu untuk memahami karakter dosen.

Mendapat IPK tertinggi butuh usaha keras, karena tidak sedikit mahasiswa yang mendapat nilai kurang baik sampai harus mengulang.

“Mengerjakan tugas dengan prinsip not only do the best but do more, Sebelum UAS kumpulkan buku dan bahan terkait mata kuliah sebanyak-banyaknya, bertanya kepada senior tentang kisi-kisi soal tahun sebelumnya dan diskusi bersama teman-teman,” ugnkap wisudawan dari Magister Ilmu Hukum yang menyelesaikan studinya selama 1 tahun 10 bulan itu.

Tantangan besar juga Dayu alami saat mengerjakan tesisnya yang mengangkat tema tentang Mekanisme Asesmen Terpadu Terhadap Penyalah Guna Narkotika ditinjau dari Perspektif Kebijakan Hukum Pidana.

Baca juga: Pilihan Hidup Antarkan Prof Otto Hasibuan ke Puncak Karier sebagai Advokat