Dapat Lemparan Syal Menhub, Mujahid Ingin Ikuti Jejak Sukses Budi Karya Sumadi

158

BANGGA, senang, panas, capek, tapi tidak ada seorang pun yang merasa sedih atau berduka. Itulah campuran perasaan yang memenuhi rongga dada para mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada (UGM) yang mengikuti Pelatihan Pembelajar Sukses bagi Mahassiwa Baru (PPSMB) UGM 2017. Mereka, selama sepekan atau enam hari, mulai Senin hingga Sabtu (7–12/8/2017) selama tujuh hingga delapan jam per hari. DI antara jadwal itu ada kegiatan yang dilaksanakan terpusat di Lapangan Grha Sabha Pramana (GSP) UGM, ada pula yang dilaksanakan tersebar di tiap-tiap fakultas dan sekolah vokasi.

Salah satu mahasiswa baru, Mujahid asal Sleman, Yogyakarta mengungkap kegembiraannya saat ia mendapatkan syal yang dilemparkan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dari atas panggung PPSMB UGM 2017. Mujahid yang diterima di Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM itu ikut berjoged bersama 8.322 Gadjah Mada Muda mendapat hiburan dari para alumni yang sukses menjadi pejabat publik di kementerian dan pemerintahan provinsi.

“Wah senang sekali. Dapat dari Pak Menteri. Semoga saya bisa mengikuti jejak beliau, menjadi Menteri juga,” ucapnya antusias.

Mujahid, mahasiswa baru yang diterima di FEB UGM beruntung mendapatkan lemparan syal dari Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dari atas panggung PPSMB UGM 2017 (Foto R Toto Sugiharto/KAGAMA)
Mujahid, mahasiswa baru yang diterima di FEB UGM beruntung mendapatkan lemparan syal dari Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dari atas panggung PPSMB UGM 2017 (Foto R Toto Sugiharto/KAGAMA)

Beberapa mahasiswa baru yang juga diberi predikat sebagai Gadjah Mada Muda mengungkapkan perasaan senada. Mereka yang berhasil atau berkesempatan bertemu kagama.co, antara lain Daris Fahma Sutata dari Yogyakarta (Fakultas Kehutanan), Hasna Chayaningtyas asal CIlacap, Jawa Tengah (Fakultas Kedokteran Gigi), Nowi Prasetyo (Jakarta, Bahasa Inggris Sekolah Vokasi) , Fenny Tri Adhisty (Medan, Fakultas Teknik), Dhea Sarah Valeska (Jakarta, Fisipol), Kintansari Adhyna Putri (Bogor, Fisipol), dan Dzaki Prakoso Ramadhan (Riau, Fakultas Teknik).

“Sebenarnya tidak tiap hari di Lapangan GSP. Kalau dari Fakultas Teknik hanya dua hari yang bertempat di GSP. Acara lainnya di fakultas. Kita dikenalkan pada sejarah kampus, nilai-nilai ke-UGM-an, soft skill. Lengkap,” ujar Dhazki kepada kagama.co.

“Sistem UGM bagus banget. Semoga peserta PPSMB bisa menerapkan apa yang sudah diajarkan. PPSMB tahun depan lebih sukses,” ucap Kintansari ditemui terpisah.

Khusus hari penutupan, mereka berkumpul di Lapangan GSP UGM sejak pukul 13:00. Mereka mengenakan atribut caping warna putih, hitam, abu-abu, dan kuning serta pom pom warna merah dan putih. Dari warna-warni caping itu mereka membangun formasi logo UGM. Selain membentuk logo, mahasiswa yang membawa pom pom pun terbagi menjadi dua, membentuk bendera merah putih.

Acara penutupan PPSMB UGM 2017 juga ditandai peresmian Tim Mobil Listrik Arjuna. Tim tersebut akan memberangkatkan  rangkaian mobil listrik terbaru dalam kompetisi di Shizuoka, Jepang, September 2017. Ada pula orasi dari dua mahasiswa berprestasi tingkat nasional 2017, dari jenjang Diplomasi oleh Pralampita Kori Mufida dan Wyncent Halim (jenjang Sarjana) dan  orasi inti oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi .

Sementara, dalam sambutan penutupan, Rektor UGM Prof. Ir. Panut Mulyono, M. Eng., D. Eng. menyebutkan peran penting  mahasiswa dalam usaha memertahankan nilai Pancasila dan UUD 1945 dari mana pun  asal suku dan agama  mereka.

“Selamat belajar. Saya titipkan UGM dan negeri ini. Di tangan kalianlah negeri ini menjadi jaya,” tutup Panut.

Selanjutnya, PPSMB UGM 2017 pun ditutup secara resmi dengan membunyikan supporter horn oleh Rektor UGM. [Desti/rts]