Cornelis Lay Berpulang, Celengan Bambu dari Kupang Jadi Kenangan

2783
Kepergian Guru Besar FISIPOL UGM, Cornelis Lay, meninggalkan kisah perjuangan hidup yang ditulisnya dari Kupang. Foto: Taufiq Hakim
Kepergian Guru Besar FISIPOL UGM, Cornelis Lay, meninggalkan kisah perjuangan hidup yang ditulisnya dari Kupang. Foto: Taufiq Hakim

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Keluarga Besar UGM kembali diliputi tangis duka setelah salah satu putra terbaiknya meninggal dunia.

Dialah Prof. Dr. Cornelis Lay, M.A, Guru Besar Departemen Politik dan Pemerintahan FISIPOL UGM.

Cornelis, yang akrab disapa Conny, menutup mata untuk selama-lamanya pada Rabu (5/8/2020) pukul 04.00 WIB di Rumah Sakit Panti Rapih, Yogyakarta.

Sakit jantung yang diderita sejak lama membuat Tuhan memanggil pria kelahiran 6 September 1959 itu dalam usia 61 tahun.

Conny meninggalkan istri, Jeanne Cynthia Lay Lokollo, dan dua orang anak: Dhiera Anarchy Rihi Lay serta Dhivana Anarsya Ria Lay.

Baca juga: Pandemi Menguji Nasionalisme, Ganjar Terapkan Kebijakan Berbasis Kekuatan Rakyat

Jenazah mendiang Conny akan dikebumikan di makam Sawitsari, Sleman, pada Kamis (6/8/2020), setelah terlebih dahulu disemayamkan di Balairung UGM.

Di kancah nasional, nama Conny dikenal  baik sebagai akademisi sekaligus politisi.

Salah satunya dibuktikan dengan amanah Kepala Research Center for Politics and Government DPP FISIPOL UGM yang diberikan sejak 2016.

Kemudian, mendiang juga pernah dipercaya untuk menyusun teks pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo yang dilantik pada Oktober 2014.

Pengukuhan sebagai Guru Besar FISIPOL UGM pada 2019 lalu pun menjadi puncak karier bagi Conny.

Baca juga: Alumnus Teknik Nuklir UGM Ini Ungkap Kunci Penting Keberhasilan Proyek Penanggulangan Perubahan Iklim