Ciptakan Inovasi Pendampingan Pembelajaran, Bambang Purwoko Dirikan Rumah Belajar Inklusif

173
Rumah belajar inklusif GSA merupakan bentuk inovasi pendampingan pembelajaran bagi mahasiswa dan calon mahasiswa. Foto: GTP
Rumah belajar inklusif GSA merupakan bentuk inovasi pendampingan pembelajaran bagi mahasiswa dan calon mahasiswa. Foto: GTP

KAGAMA.CO, SLEMAN – Drs. Bambang Purwoko, MA, mendirikan rumah belajar inklusif Griya Sekar Aji (GSA) di Condongcatur, Sleman.

Ketua Gugus Tugas Papua (GTP) UGM ini mengatakan, rumah belajar inklusif GSA merupakan bentuk inovasi pendampingan pembelajaran bagi mahasiswa dan calon mahasiswa.

“Sekadar ikhtiar kecil dari kami untuk menyediakan tempat tinggal dan suasana belajar yang nyaman untuk para pelajar dan mahasiswa Papua, dan dari mana saja dari seluruh Indonesia,” ujar Bambang dalam acara Syukuran Pembangunan rumah GSA, pada Jum’at (21/02/2020).

Selain itu, kata Bambang, rumah GSA sekaligus sebagai wahana dan arena untuk membangun kebersamaan, saling menghargai dan bertoleransi, membangun kedamaian dan ke-indonesia-an dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika.

Bambang menjelaskan, GSA adalah rumah belajar dengan fasilitas kamar tidur yang bersih dan nyaman, ruang belajar dan perpustakaan, dapur, dan ruang makan bersama.

Rumah GSA sukses dibangun berkat dukungan antara lain dari Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Alumni UGM, Prof. Dr. Paripurna Sugarda dan segenap peneliti GTP UGM khususnya Dr. Gabriel Lele sebagai Sekretaris.

Rumah belajar inklusif GSA merupakan bentuk inovasi pendampingan pembelajaran bagi mahasiswa dan calon mahasiswa. Foto: GTP
Rumah belajar inklusif GSA merupakan bentuk inovasi pendampingan pembelajaran bagi mahasiswa dan calon mahasiswa. Foto: GTP

Baca juga: Eks Artis Alumnus FEB UGM Ini Resmi Jabat Direktur Utama PT Danareksa Sekuritas

“Dilakukan seleksi terhadap calon penghuni. Ada tata tertib dan sanksi yang ketat. Dikelola oleh manajemen profesional.”

“Disiapkan pengasuh bagi para mahasiswa dan calon mahasiswa, serta disediakan mobil antar jemput bagi yang membutuhkan,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Alumni UGM, Prof. Dr. Paripurna Sugarda sangat salut dan mendukung inovasi model pendidikan dengan pengasuhan seperti yang diterapkan di GSA Condongsari ini.

Paripurna mengusulkan agar apa yang dilakukan Bambang Purwoko dengan membangun Rumah Belajar Inklusif ini, bisa menjadi model bagi tempat kos lain di wilayah Condongcatur Depok Sleman.

“Alangkah bagusnya jika di setiap rumah kos yang ada di sini terdapat minimal satu mahasiswa dari Indonesia Timur, termasuk dari Papua,” jelas Paripurna dalam sambutannya.

Baca juga: KAGAMA Dorong UMKM dan Pelaku Bisnis Lampung Kembangkan Usaha Lewat Digital Marketing