CIMEDs UGM Kembangkan Purwarupa Pelindung Wajah untuk Tenaga Kesehatan, Sesuai Standar WHO

230
Salah satu APD yang dibutuhkan saat ini adalah pelindung wajah (face shield) untuk tenaga medis yang berhubungan langsung dengan pasien. Foto: Humas UGM
Salah satu APD yang dibutuhkan saat ini adalah pelindung wajah (face shield) untuk tenaga medis yang berhubungan langsung dengan pasien. Foto: Humas UGM

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Semakin meluasnya penularan Covid-19, kebutuhan akan Alat Pelindung Diri (APD) semakin tinggi.

Salah satu APD yang dibutuhkan saat ini adalah pelindung wajah (face shield) untuk tenaga medis yang berhubungan langsung dengan pasien.

Untuk itu, Center for Innovation of Medical Equipments and Devices (CIMEDs), Fakultas Teknik UGM membuat purwarupa face shield.

Ketua Tim Peneliti CIMEDs, Dr. Suyitno, ST., M.Sc., menjelaskan, face shield berfungsi melindungi tenaga medis dari hembusan nafas maupun percikan cairan yang keluar langsung dari pasien Covid-19.

Bagi tenaga medis yang berhadapan langsung dengan barang-barang yang membahayakan terutama muka, juga bisa menggunakan face shield sebagai pelindungnya.

Salah satu APD yang dibutuhkan saat ini adalah pelindung wajah (face shield) untuk tenaga medis yang berhubungan langsung dengan pasien. Foto: Humas UGM
Salah satu APD yang dibutuhkan saat ini adalah pelindung wajah (face shield) untuk tenaga medis yang berhubungan langsung dengan pasien. Foto: Humas UGM

Baca juga: Penjelasan Guru Besar Farmasi UGM tentang Klorokuin dan Avigan, Obat yang Didatangkan Presiden Jokowi untuk Tangkal Wabah Corona

“Pelindung wajah dari CIMEDs dirancang dengan mengikuti petunjuk deskripsi dan spesifikasi yang ada di Personal protective equipment for use in a filovirus disease outbreak yang diterbitkan WHO,” ujar Suyitno pada Selasa (24/03/2020), di Fakultas Teknik UGM,

Supaya tenaga medis tak kesulitan melihat, pelindung wajah ini dibuat dari bahan plastik bening.

Di samping itu, pelindung wajah juga dilengkapi tali atau band yang bisa disesuaikan dengan ukuran kepala ketika dipakai dan tentunya nyaman di dahi.

Meski demikian, Suyitno menyebutkan pelindung wajah ini akan sangat baik jika dibuat anti kabut dan mampu menutupi seluruh wajah.

“Dengan begitu maka memungkinkan untuk dipakai lagi jika material yang dipakai material tahan lama dan bisa dibersihkan, tapi bisa juga sekali pakai saja,” ucapnya.

Baca juga: Prodi Bahasa dan Sastra Korea Tidak Hanya tentang K-Pop