DALAM kehidupan sehari-hari sebagian besar masyarakat bersentuhan dengan dunia digital. Mereka memanfaatkannya sebagai alat komunikasi, belajar, bekerja, kegiatan ekonomi, dan bahkan menjalankan administrasi pemerintahan.

Perkembangan ini banyak mengubah perilaku masyarakat yang berbeda jauh dengan masyarakat dahulu sebelum perkembangan dunia digital seperti sekarang. Dengan hadirnya perkembangan digital hampir semua lini kehidupan bersentuhan dengan dunia digital yang berdampak kepada pola masyarakat menjadi masyarakat digital .

Fakultas Ilmu Sosial dan  Ilmu Politik UGM (FISIPOL UGM) melihat perlunya sebuah lembaga riset yang mampu menjadi wadah untuk membangun masyarakat digital di Indonesia. Berdasarkan latar belakang itulah, Center for Digital Society FISIPOL UGM (CFDS) didirikan dengan fokus utama untuk membangun masyarakat digital di Indonesia melalui berbagai macam kegiatan, seperti penelitian, pelatihan, dan seminar umum.

Fahreza Daniswara mengatakan CFDS menjadi salah satu nominee tahunan Anugerah World Summit on the Information Society (WSIS Prizes) 2018 yang diselenggarakan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). CFDS masuk menjadi satu dari 40 nominasi dalam kategori “The role of goverments and all stakeholders in the promotion of ICTs for development”.

“Masuknya CFDS ini bentuk dari sebuah penghargaan bagi kami untuk dapat memberikan banyak manfaat kepada masyarakat luas. Apalagi pada waktu sekarang dengan perkembangan informasi begitu sangat cepat. Kami ingin memberikan informasi dan pengetahuan kepada masyarakat luas,” ujar Fahreza Daniswara di Gedung Pusat UGM, Senin (12/2/2018).