Cerita Triza Yusino Bantu Masyarakat Bali Penuhi Kebutuhan Pangan dan Ekonomi dengan Urban Farming

105
Triza Yuzino, alumnus Sosiatri UGM, membangun gerakan solidaritas kemanusiaan guna menghadapi Covid-19 di tempat tinggalnya, Bali. Foto: Ist
Triza Yuzino, alumnus Sosiatri UGM, membangun gerakan solidaritas kemanusiaan guna menghadapi Covid-19 di tempat tinggalnya, Bali. Foto: Ist

KAGAMA.CO, BALI – Pendekatan kemanusiaan menjadi salah satu modal penting untuk menyelesaian berbagai persoalan di tengah pandemi Covid-19.

Pendekatan ini coba dilakukan oleh alumnus Jurusan Sosiatri (sekarang PSdK) UGM, Theresia Triza Yusino.

Dia melakukannya dengan membangun gerakan solidaritas kemanusiaan di tempat tinggalnya, di Bali.

“Pada bulan Maret 2020, bersama beberapa jejaring muda, kami mulai melakukan kegiatan berbagi barang kebutuhan sehari-hari di wilayah Denpasar, Badung, Gianyar, dan Karangasem.”

“Barang-barang tersebut berupa handsanitizer, sembako, water dispenser, masker, vitamin, susu, dan sebagainya,” ujarnya.

Baca juga: Pemerintah Dorong Pengembangan Kawasan Industri Kendal sebagai Super Koridor Jawa Utara

Cerita aksi sosialnya ini dia bagikan dalam acara diskusi online Pemberdayaan Masyarakat Bali Dengan Urban Farming dan Kebun Berdaya, yang digelar oleh KAGAMA, pada Minggu (18/10/2020).

Dalam pelaksanaan kegiatan ini, Triza bersama relawan lainnya membawa tiga jargon, yakni Warga Bantu Warga, Solidaritas Tanpa Batas, dan Berbagi yang Dipunya.

Ketiganya menjadi prinsip Triza dalam membantu sesama.

Aksi pembagian bantuan ini, kata Triza, sekaligus menjadi sarana bagi relawan untuk mengobservasi keadaan yang sebenarnya di masyarakat.

Selanjutnya, para relawan membuat posko-posko pembagian bantuan, agar lebih efektif dan merata.

Baca juga: Dengan Urban Farming, Masyarakat Bisa Menikmati Hasil Panen Berkali-kali dalam Setahun