Cerita Lastdes Christiany Buka Bisnis Makanan Sehat Sambil Promosikan Profesi Ahli Gizi

51
Tidak sekadar menjual produk makanan, Lastdes ingin latar belakang pendidikannya di bidang kesehatan gizi benar-benar terimplementasikan secara utuh melalui bisnisnya. Foto: Tribun Jogja
Tidak sekadar menjual produk makanan, Lastdes ingin latar belakang pendidikannya di bidang kesehatan gizi benar-benar terimplementasikan secara utuh melalui bisnisnya. Foto: Tribun Jogja

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Menempuh studi di Departemen Gizi Kesehatan UGM, ternyata memberikan bekal yang cukup bagi Lastdes Cristiany Friday, S.Gz, MPH untuk memanfaatkan peluang usaha.

Lastdes merupakan Co-Founder Omo! Health Snack, bisnis yang bergerak di bidang makanan olahan.

Lastdes berujar, tidak semua mata kuliah di jurusan ini dia sukai. Namun, ada satu mata kuliah yang menurutnya menarik, yaitu kewirausahaan gizi.

“Saat itu kita diminta oleh dosen untuk ‘berjualan’, dalam hal ini menciptakan produk yang memiliki nilai atau value yang baru,” ungkapnya.

Hal terebut dia sampaikan dalam acara Nutripreneurtalk bertajuk Mengupas Peluang Usaha Bagi Alumni Gizi, yang digelar oleh Alumni FK-KMK UGM secara daring beberapa waktu lalu.

Baca juga: Sukma Pribadi Buktikan Lulusan TPB UGM Bisa Bekerja di Bidang Industri Pangan

Alumnus jurusan Gizi Kesehatan UGM angkatan 2007 itu menuturkan, selain kewirausahaan gizi, ada beberapa topik perkuliahan yang menjadi bekalnya selama berbisnis.

Antara lain basic nutrition, basic medical, dietetics, food technology, basic pathology and pharmacy, anthropology, dan nutrition economics.

Life skill yang didapat mahasiswa, kata Lastdes , tidak semuanya ada di mata kuliah.

Tetapi, bekal-ekal ini bisa dikombinasikan dengan pengalaman lain di luar kuliah, seperti pengalaman bekerja atau organisasi.

Belajar dari pengalamannya membangun bisnis, Lastdes menjelaskan , untuk menjadi seorang nutri-preneur, alumnus Gizi Kesehatan harus menempuh beberapa langkah.

Baca juga: Pengakuan UNESCO terhadap Situs Budaya dan Alam Indonesia Harus Dimanfaatkan Seluruh Pemangku Kepentingan