Cerita Fira Sasmita Jadi MC Virtual yang Penuh Tantangan

63
Sebagai publik figur, alumnus Sosiologi UGM ini selama pandemi tidak hanya fokus memikirkan dirinya sendiri untuk bertahan hidup. Foto: Dok Pri
Sebagai publik figur, alumnus Sosiologi UGM ini selama pandemi tidak hanya fokus memikirkan dirinya sendiri untuk bertahan hidup. Foto: Dok Pri

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Para pekerja kreatif dituntut untuk tetap kreatif dan produktif selama pandemi Covid-19.

MC yang juga berprofesi sebagai marketing communication, Safira Ayal Sasmita atau yang dikenal dengan nama panggung Fira Sasmita juga merasakan hal yang sama.

“Sejumlah tawaran pekerjaan di beberapa event akhirnya ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan, setelah itu saya bingung mau berbuat apa.”

“Seperti pekerja kreatif lainnya, saya juga mengeluarkan siasat untuk bertahan hidup dengan merambah ke dunia bisnis kuliner. Selain menambah penghasilan, kegiatan ini juga tujuannya lebih ke arah meningkatkan produktivitas biar tetap waras,” ujarnya.

Baca juga: Ketua IGEGAMA Ingin Harumkan Nama Fakultas Geografi dan Merangkul Semua Alumnus

Kisahnya itu Fira paparkan dalam acara UGM Talks bertajuk Strategi Berekspresi Pekerja Seni di Masa Pandemi Covid-19.

Acara itu digelar Pusat Inovasi dan Kajian Akademik (PIKA) UGM, secara daring beberapa waktu lalu.

Sebagai orang berkecimpung di dunia event dan hiburan, alumnus jurusan Sosiologi UGM ini melihat kawan-kawannya sesama pekerja kreatif juga bertahan hidup dengan cara yang serupa.

Ada yang berbisnis atau tetap bertahan di dunia kreatif dengan memanfaatkan media yang ada.

Baca juga: Guru Besar Fakultas Ekonomi UGM Dipercaya Jadi Komisaris Indosat Ooredoo