Cerita Dokter Alumnus UGM yang Penuh Tantangan Saat Menjadi Relawan Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid-19

113

Baca juga: Erwan Sugiatno Meninggal Dunia, Dekan Kesebelas FKG UGM Ini Tinggalkan 3 Catatan Penting

Issa yang kerap menghadapi persoalan ini, harus pandai-pandai menyampaikan edukasi dan pendekatan.

Dalam situasi tersebut, Issa dan para relawan harus fokus pada kenyamanan pasien. Kemudian mengedukasi penyakit dengan sangat hati-hati.

Sebab, pemahaman pasien tentang penyakit bergantung pada komunikasi.

“Termasuk melihat kapasitas mental mereka dalam menerima informasi buruk. Jika ternyata pasien dinyatakan positif, kita harus menyampaikannya dengan sangat hati-hati.”

“Di sini kami juga merasakan adanya kedekatan dengan pasien. Setiap hari kita pantau pasien dari CCTV selama isolasi, sampai akhirnya dinyatakan negatif. Kami pun ikut melepas kepulangan mereka dengan perasaan gembira,” terangnya.

Baca juga: Sonjo Gagasan Ekonom UGM Gelar Pameran Virtual untuk Kembangkan Pemasaran APD DIY

Dari seluruh pengalamannya itu, Issa membagikan tips kepada para mahasiswa atau alumnus yang ingin menjadi relawan.

Pria asal Jakarta itu menuturkan, seorang dokter relawan harus memiliki niat dan motivasi terlebih dahulu.

Kemudian yang tak kalah penting adalah komitmen untuk melakukan tugasnya sebagai dokter, serta menjaga higienitas diri di dalam maupun di luar rumah sakit.

“Pastikan bahwa kondisi tubuh capable untuk menggunakan baju hazmat selama berjam-jam. Bagi yang memiliki penyakit asma dan alergi harus dipertimbangkan persiapannya,” ujarnya.

Dia juga meyakinkan para juniornya bahwa menjadi dokter relawan akan memberikan pengalaman yang berharga.

Selain diberikan insentif yang cukup oleh pemerintah, RSLKC lebih aman dari sisi kesehatan dibandingkan rumah sakit yang tidak khusus menangani Covid-19.

“Pengalaman menjadi relawan ini cukup baik untuk menambah pengalaman di CV kalian. Banyak kesempatan untuk belajar teamwork, termasuk mempelopori protokol kesehatan dan manajemen pasien,” tuturnya. (Kn/-Th)

Baca juga: Lawan 37 Kelompok dari 3 Negara, Tim Mobil Listrik Arjuna UGM Kantongi 4 Penghargaan