Cerita Dekan Kedokteran Gigi UGM Berlebaran di Masjidil Haram

494
Merinding rasanya. Menghanyutkan. Inilah saat paling menggetarkan kalbu... Allahu Akbar. Foto: Ahmad Syaify
Merinding rasanya. Menghanyutkan. Inilah saat paling menggetarkan kalbu... Allahu Akbar. Foto: Ahmad Syaify

KAGAMA.CO, MAKKAH – Berlebaran di Makkah dan salat Id di Masjidil Haram?

Jujur itu yang menjadi angan-angan saya, selain yang utama tentu saja ibadah umrah dan iktikaf di Masjidil Haram dalam sepertiga terakhir bulan Ramadan.

Bersama rombongan umrah iktikaf Ottoman-Hajar Aswad, kami sekeluarga berada di Mekkah sejak hari ke-21 puasa Ramadan hingga Idulfitri, sebelum berlanjut ke kota Nabi, Madinah al-Munawwaroh.

“Kalau mau salat Id dekat Kakbah, paling tidak harus datang 10 jam sebelumnya,” pesan Khabier Ahmad, pria asal Pamekasan, Madura yang sudah 9 tahun tinggal di kota Makkah al-Mukarromah.

Khabier yang masih lajang, lulusan Pesantren Bata-bata Madura bekerja sebagai mutawwif, semacam tour guide, khusus untuk jamaah umroh dan haji dari Indonesia.

Rupanya mereka sedang bergembira ria memunguti semacam angpao. Foto: Ahmad Syaify
Rupanya mereka sedang bergembira ria memunguti semacam angpao. Foto: Ahmad Syaify

Sebetulnya kami memperkirakan Idul Fitri akan jatuh pada hari Rabu, 5 Juni 2019 seperti informasi di tanah air.

Karena itu kami sudah merencanakan ikut qiyyamul layl dan iktikaf terakhir Senin malam hingga Selasa dini hari waktu Saudi.

Tetapi Senin sore sudah beredar di WA Group pengumuman dari otoritas Saudi Arabia bahwa “bulan sabit untuk syawal 1440 H telah terlihat di Saudi. Maka Idulfitri dipastikan Selasa, 4 Juni 2019”.

Benar saja, usai salat Maghrib mulai dikumandangkan takbir dari Masjidil Haram.

Tidak sama dengan di tanah air, lantunan takbir tak diikuti secara serempak oleh jamaah. Hanya disuarakan oleh seseorang.