Cerita dari Anak-anak yang Menghadapi Pandemi Covid-19

134

Baca juga: Sonjo Gagasan Ekonom UGM Gelar Pameran Virtual untuk Kembangkan Pemasaran APD DIY

Dengan mengetahui bahaya Covid-19 dan begitu cepatnya virus tersebut menyebar, Garda turut mengimbau kawan-kawannya melalaui seminar online tersebut untuk mengurangi aktivitas di luar rumah.

“Kalau di luar pakai masker, lalu ketika sudah pulang langsung ganti baju, cuci tangan, makan makanan yang sehat. Untuk para tenaga medis, semangat terus ya. Semoga Covid-19 cepat berlalu,” jelasnya.

Garda bahkan mengisi waktu luangnya di rumah dengan membuat edukasi pencegahan Covid-19 dalam bentuk lagu berjudul Mencuci Tangan, yang dibuat bersama sang Ayah.

Meskipun berbulan-bulan harus belajar di rumah, anak-anak tersebut mengaku tidak bosan. Sebab ada banyak kegiatan di rumah yang menarik dan mengasah kemampuan anak.

Seperti Sae yang membuat buku bergambar dari kertas karton, Garda membuat lagu bertema edukasi, dan Wedha membuat film animasi.

Baca juga: Lawan 37 Kelompok dari 3 Negara, Tim Mobil Listrik Arjuna UGM Kantongi 4 Penghargaan

Walau bisa melakukan banyak kegiatan yang menyenangkan, di sisi lain mereka juga sedih karena harus melewatkan banyak hal karena pandemi.

Kadang mereka merindukan teman-teman sekelasnya. Selain itu, mereka juga terpaksa menunda berbagai kegiatan di luar rumah.

Dalam kesempatan tersebut, telah hadir dosen Fakultas Psikologi UGM, Elga Andriani, Ph.D.

Dia mengatakan, mendengarkan pendapat anak perlu menggunakan perspektif hak anak.

“Artinya orang tua wajib menyediakan dan memfasilitasi suara anak. Kita betul-betul mendengarkan dan memahami, bukan hanya sekadar ingin tahu,” ujarnya.

Baca juga: Pesan Optimisme 5 Pejabat dan Menteri KAGAMA atas Dibukanya Pintu Wisata Bali