Cegah Penularan Covid-19 pada Tenaga Medis, Fakultas Farmasi UGM Lakukan Uji Kualitas APD

50
Pengujian APD dilakukan dengan mengikuti protokol yang diadaptasi dari American Association of Textile Chemists and Colorists (AATCC) 42 Water Resistance. Foto: Farmasi UGM
Pengujian APD dilakukan dengan mengikuti protokol yang diadaptasi dari American Association of Textile Chemists and Colorists (AATCC) 42 Water Resistance. Foto: Farmasi UGM

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Kualitas Alat Pelindung Diri (APD) perlu diuji. Hal ini untuk menjamin keamanan tenaga medis dan kesehatan di masa pandemi Covid-19.

Faktor keamanan tersebut mendorong Fakultas Farmasi UGM untuk mengadakan program layanan pengujian APD.

Hal tersebut diungkapkan oleh relawan yang juga merupakan mahasiswa S2 Ilmu Farmasi UGM, Arif Nur Ikhsan pada Jum’at (08/05/2020). APD tersebut yaitu masker, pakaian, goggle, dan face shield.

Menurutnya, program layanan tersebut dinilai penting, mengingat APD menjadi alat pencegahan utama bagi para tenaga medis dan tenaga kesehatan yang menanggulangi Covid-19 secara langsung.

Adapun program layanan tersebut dikoordinasi secara teknis oleh Laboraturium Advanced Pharmaceutical Science (APS).

Baca juga: KAGAMA Blora Sumbang Masker dan Sembako untuk Masyarakat Terdampak Covid-19

Sementara, Wakil Dekan Penelitian, Pengabdian Masyarkat, Kerjasama dan Alumni, Dr.rer.nat.Endang Lukitaningsih, M.Si., Apt., menerangkan, untuk memeriksa sampel APD milik tenaga medis dan tenaga kesehatan, pihaknya bekerja sama dengan beberapa stakeholders.

Pengujian APD dilakukan dengan mengikuti protokol yang diadaptasi dari American Association of Textile Chemists and Colorists (AATCC) 42 Water Resistance.

Yakni didasarkan pada cara penularan Covid-19 yang diketahui melalui droplet saat pasien batuk dan bersin.

Saat proses pengujian berlangsung, didapati salah satu baju APD terlihat tidak aman.

Hal ini dibuktikan dengan adanya lubang atau pori yang terlihat pada jahitan, area leher, dan bagian kancing APD.

Baca juga: Rommy Fibri Jelaskan Visinya sebagai Ketua Lembaga Sensor Film RI