Cara yang Dipakai Rohidin Mersyah untuk Tingkatkan Harga Sawit Petani Bengkulu

95
Gubernur Provinsi Bengkulu, Rohidin Mersyah, punya solusi agar sawit dari petani di daerahnya punya harga jual tinggi. Foto: Realita Post
Gubernur Provinsi Bengkulu, Rohidin Mersyah, punya solusi agar sawit dari petani di daerahnya punya harga jual tinggi. Foto: Realita Post

KAGAMA.CO, BENGKULU – Kelapa Sawit merupakan komoditas perkebunan andalan di Provinsi Bengkulu.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, luas lahan sawit di Bengkulu pada 2019 adalah 208.627,11 hektar.

Luasan tersebut mengungguli kelapa (10.781,28 ha), karet (100.946,38), kopi (86.376,83), dan kakao (7.549,94).

Akhir-akhir ini, harga TBS (tandan buah segar) sawit di Bengkulu mengalami peningkatan.

Laporan terbaru dari Dinas Tanaman, Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Bengkulu menyatakan, rata-rata harga sawit Rp1.533 per kg di pabrik, dan Rp1.456 di petani.

Baca juga: Seorang Dokter Sangat Tidak Mudah untuk Mengcovidkan Pasien

Meski naik, harga sawit di Bengkulu ternyata masih kalah mahal dari beberapa daerah.

Misalnya dari Jambi dan Riau yang masing-masing bisa mencapai Rp1.971,08 dan Rp Rp 2.098,41 per kg, menurut Info Sawit.

Gubernur Provinsi Bengkulu, Rohidin Mersyah, mengaku tahu penyebab mengapa harga sawit di daerahnya lebih rendah ketimbang daerah lain.

“Untuk sawit, kenapa harga sawit kita rendah dibanding daerah lain? Itu karena selama ini sawit kita diekspor melalui Belawan Sumatera Utara dan Teluk Bayur Sumatera Barat,” tutur Rohidin, melansir Tuntas Online.

“Sehingga kita dapat penalti dengan potongan harga 300-400 rupiah per kilogram. Inilah akar permasalahan sawit kita,” jelas alumnus Fakultas Kedokteran Hewan UGM angkatan 1990 ini.

Baca juga: Tak Mau Menjadi Ahli Gizi, Levi Menikmati Perannya di Bidang Industri Makanan