Cara Pemerintah Siapkan Tenaga Kerja di Era Revolusi Industri 4.0

15
Tahun ini Presiden telah menyusun rencana jangka menengah pembangunan SDM, termasuk salah satunya dengan meluncurkan Kartu Pra Kerja pada 2020. Foto: Istimewa
Tahun ini Presiden telah menyusun rencana jangka menengah pembangunan SDM, termasuk salah satunya dengan meluncurkan Kartu Pra Kerja pada 2020. Foto: Istimewa

KAGAMA.CO, BALIKPAPAN – Pemerintah menjadikan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai prioritas nasional.

Tahun ini Presiden telah menyusun rencana jangka menengah pembangunan SDM, termasuk salah satunya dengan meluncurkan Kartu Pra Kerja pada 2020.

Demikian disampaikan Menteri Ketenagakerjaan RI Muhammad Hanif Dhakiri dalam Seminar pra-Munas KAGAMA pada Sabtu (7/9/2019) di Hotel Gran Senyiur Balikpapan, Kalimantan Timur.

“Nanti pemerintah mengalokasikan 10 triliun rupiah untuk melatih angkatan kerja kita agar memiliki kompetensi dan bisa masuk ke pasar kerja, atau bisa memulai wirausaha,” ujar Hanif selaku keynote speaker.

Baca juga: Sebagaian Besar Angkatan Kerja Indonesia Berpendidikan Rendah

Menurut Hanif, di tengah dunia yang berubah saat ini terutama dari struktur bisnis dan struktur ekonomi, maka inovasi menjadi kunci dari pertumbuhan dan kemajuan.

“Inovasi titik letaknya ada pada manusia,” ungkapnya.

Namun demikian, kata Hanif, ada sejumlah masalah dan tantangan yang harus kita pahami bersama secara jernih menyangkut isu pembangunan SDM.

Menurut Hanif, daya saing SDM atau tenaga kerja Indonesia relatif rendah.

Baca juga: Ilmu Geologi Sangat Aplikatif di Dunia Usaha