Cara Mahasiswa UGM Bertahan Hidup Saat Uang Saku Menipis

Cara Mahasiswa UGM Bertahan Hidup Saat Uang Saku Menipis.(Foto: Istimewa)
Cara Mahasiswa UGM Bertahan Hidup Saat Uang Saku Menipis.(Foto: Istimewa)

KAGAMACO, BULAKSUMUR – Bagi sebagian anak kos, kekurangan uang tentu bukan hal yang asing. Kadang kala di tengah banyaknya kebutuhan hidup, uang kiriman yang tersisa tidaklah seberapa.

Tentu hal ini cukup merepotkan, karena selain harus memenuhi kebutuhan pokoknya, mereka juga diwajibkan memenuhi kebutuhan layaknya anak kuliah seperti mwngopi materi kuliah, atau pun mencetak laporan praktikum.

Akan tetapi, mereka rupanya punya siasat tersendiri untuk mengatasi itu semua. Dirangkum dari hasil obrolan sehari-hari, berikut adalah 3 kiat mahasiswa UGM bertahan hidup di saat uang saku mulai menipis:

1. Mengubah Pola Makan

Di saat kondisi ekonomi stabil, mahasiswa tentu bisa makan sehari 3 kali. Namun, di saat uang mulai menipis mereka hanya makan 2 kali sehari. “Biar hemat biasanya makan pagi dirapel dengan makan siang,” ujar Bowo, mahasiswa Ilmu Budaya.

2. Berkunjung ke Rumah Teman

Memiliki teman yang berasal dari Yogyakarta agaknya menjadi keuntungan tersendiri bagi mahasiswa rantau. Hal ini diakui oleh Adi.

Menurut mahasiswa Fakultas Psikologi UGM ini, saat kehabisan uang, ia akan berkunjung ke kediaman teman yang tinggal bersama orang tuanya. “Biar dapet makan gratis,” katanya disusul tertawa kecil.

3. Menyederhanakan Lauk

Makanan agaknya menjadi salah satu urusan paling pokok sekaligus paling fleksibel bagi mahasiswa. Setidaknya hal ini diakui oleh Anto, mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya.

Kata Anto, dia tidak pernah mengurangi pengeluaran untuk hal-hal akademik di kala uang saku mulai menipis. Menurutnya lebih masuk akal dan efektif jika mahasiswa ‘kere’ musiman semacam dia mengubah lauk makanan.

“Saya kalau gak punya uang biasanya mengubah lauk. Misal di angkringan ya cuma ambil gorengan, bukan daging ayam,” jelas pria asal Ngawi.(Venda)