KAGAMA.CO, YOGYAKARTA – “Sebagai atlet, saya menganggap bahwa wujud kepahlawanan di generasi milenial  adalah berhasil mengibarkan bendera merah putih dengan membawa kemenangan,” ungkap Fitriani dengan suara yang mantap.

Hal ini disampaikannya dalam Dialog Budaya dan Gelar Seni “YogyaSemesta” Seri-113 dengan tema “Kepahlawanan Milenal” di Bangsal Kepatihan, Senin (19/11/2018).

Fitriani merupakan peraih medali emas di ajang Asian Games Jakarta-Palembang 2018. Sebelum berhasil mendapatkan emas untuk Indonesia, Fitriani telah mengikuti Asian Youth ketika masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA).

Perjuangannya tidak hanya berhenti disitu saja, ia telah berulang kali mengikuti latihan dan tergabung dalam tim untuk mewakili Indonesia maupun DIY.

Perempuan yang mengenyam pendidikan di Fakultas Hukum, UGM ini mengaku harus berlatih pada waktu pagi, sore, dan malam untuk mempersiapkan dirinya dalam kategori panjat tebing di Asian Games 2018.

Perjuangan yang melelahkan ini pun berbuah hasil. Ia mampu memanjat tebing setinggi 7-8 m hanya dalam waktu beberapa detik saja. Untuk kategori panjat tebing, ia bisa menyabet medali emas untuk Indonesia.

Sebelum mendapatkan medali emas di ajang Asian Games 2018, Fitriani juga telah berhasil dalam ajang SEA Games. Melalui ajang tersebut, Fitriani mampu memberangkatkan haji orang tuanya.

Sebagai atlet yang mengharumkan nama Indonesia, Fitriani menganggap bahwa pemerintah telah serius memberikan apreasiasi kepadanya. Ia mendapatkan beasiswa dari Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia untuk melanjutkan pendidikannya di jenjang S2 UGM.

“Dengan adanya apreasiasi ini, maka pemerintah sekaligus memberikan wujud apreasiasinya kepada pahlawan yang telah mengharumkan nama bangsanya,” imbuhnya.(Tita)