Butimo, Inovasi Mesin Batik Tulis Karya Peneliti UGM

57
Mesin batik yang dinamai Butimo ini merupakan inovasi yang dibuat oleh dosen Departemen Teknik Mesin dan Industri Fakultas Teknik UGM, Andi Sudiarso, Ph.D. Foto: Humas UGM
Mesin batik yang dinamai Butimo ini merupakan inovasi yang dibuat oleh dosen Departemen Teknik Mesin dan Industri Fakultas Teknik UGM, Andi Sudiarso, Ph.D. Foto: Humas UGM

KAGAMA.CO, BALI – Dosen Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil mengembangkan mesin batik tulis yang mampu menghasilkan kain batik dalam waktu yang lebih singkat.

Mesin batik yang dinamai Butimo ini merupakan inovasi yang dibuat oleh dosen Departemen Teknik Mesin dan Industri Fakultas Teknik UGM, Andi Sudiarso, Ph.D.

Alat ini mampu menghemat waktu proses pembatikan dari yang biasanya dengan proses pembatikan manual membutuhkan waktu 6 jam bisa dipersingkat hanya 3 jam saja.

“Dengan alat ini bisa dihasilkan 8 hingga 10 lembar kain batik tulis,” jelas Andi, Rabu (29/8/2019) dalam Ritech Expo 2019 di Bali.

Mesin batik tulis Butimo ini memiliki 3 sumbu dengan panjang 3 sampai 4 meter dan lebar hingga 1,5 meter. Foto: Humas UGM
Mesin batik tulis Butimo ini memiliki 3 sumbu dengan panjang 3 sampai 4 meter dan lebar hingga 1,5 meter. Foto: Humas UGM

Baca juga: Membangun Jogja yang Aman dan Nyaman dengan Nilai-nilai Budaya Istimewa

Tak hanya itu, keunggulan lain dari alat cipaannya itu juga mampu menghemat penggunaan malam untuk pembatikan.

Jika pembaikan manual membutuhkan 88 gram maka pembatikan dengan mesin ini hanya memerlukan 57 gram malam saja.

Sementara untuk ketembusan malam juga lebih terjaga yaitu 0,21 mm. Sedangkan dengan pembatikan manual ketembusan mencapai 0,11 mm.

“Jadi mesin ini bisa menghasilkan batik dalam waktu yang lebih pendek, tetapi tetap mempertahankan ketembusan dan nilai seni batiknya,” terangnya.

Baca juga: Alumnus Terbaik FISIPOL UGM Ini Pilih Menganggur Dulu Usai Wisuda