Hanung Sandra, perancang busana Hanung Craft dan salah seorang peserta Festival mengatakan respon masyarakat setempat tinggi. Pakaian yang diperagakan saat fashion show habis terjual dan bahkan terdapat seorang warga Rusia yang membeli sekaligus dua pakaian hasil karyanya.

Peragaan busana hasil karya 15 UKM bertemakan etnik tradisional dengan menampilkan 60 busana siap pakai untuk wanita. Para UKM tersebut adalah FridAulia, Soemma, AN Collection, Hanung Crafts, Enggar Collection, Elemwe, Anya Design, Pamela & Co, Mutiara by Cut Emma, Radiance of The East, Nina Roselina, Christalia Eisha, Karkhaa Indonesia by Ike Sulaeman, House of Distraw, accessories by My Dee, dan Culture Edge.

Sementara, peragaan busana karya tujuh perancang Indonesia lainnya dikelompokan dengan tema “Let’s Discover and Celebrate Indonesian Culture Through Fashion”. Ide utamanya adalah mengambil tema kebhinekaan dan keberagaman suku di Indonesia yang memberikan kekayaan khasanah dalam proses eksplorasi penciptaan suatu karya fashion. Ketujuh perancang Indonesia ini adalah Boyonz Ilyas, Lojicraft, Coreta Indonesia, Nanie Rahmat, Antique Batik, Amibele by Vivian, dan Athan Siahaan yang menampilkan 40 koleksi busana wanita dan aksesoris, seperti tas dan tutup kepala.

Sementara itu, peragaan busana Ferry Sunarto sendiri menampilkan koleksi busana siap pakai “Fersoen Ready to Wear Deluxe Spring / Summer 2019” yang terdiri dari 20 busana wanita dan delapan busana pria. Tahun ini merupakan kali yang ketiga Ferry Sunarto berpartisipasi dalam kegiatan Festival Indonesia. Tema peragaan busana tahun ini adalah “Dedikasi”. Tema ini memvisualisasikan hasil dedikasi selama 23 tahun berkarya di industri fashion tanah air dan mempromosikan budaya Indonesia melalui fashion. Untuk koleksi ini Ferry Sunarto berkolaborasi dengan Batik Keris Indonesia dan juga didukung oleh PT. Sumatera Siberia Kompaniya.[KBRI Moskow]