Dalam sambutan saat membuka fashion show, Dubes Wahid menyampaikan fokus utama Festival Indonesia 2018 adalah UKM dan keterlibatan pemerintah daerah. Menurut Dubes Wahid, upaya KBRI Moskow mengedepankan promosi dan memberikan kesempatan lebih besar kepada UKM dan berbagai daerah di Indonesia sejalan dengan kebijakan pemerintah Indonesia saat ini, yaitu untuk lebih memperkuat dan memberdayakan UKM dan potensi daerah.

“Melalui peragaan busana yang menampilkan beragam perancang Indonesia ini diharapkan dapat lebih memberikan peluang dan akses untuk menjajaki pasar internasional, khususnya di Rusia yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut”, ungkap Dubes Wahid yang pernah pula mengadakan kegiatan festival serupa saat menjabat sebagai Konsul Jenderal RI di Melbourne periode 2004–2007.

Peragaan busana hasil karya 15 UKM bertemakan etnik tradisional dengan menampilkan 60 busana siap pakai untuk wanita..(Foto: Dok. KBRI Moskow)
Peragaan busana hasil karya 15 UKM bertemakan etnik tradisional dengan menampilkan 60 busana siap pakai untuk wanita..(Foto: Dok. KBRI Moskow)

Pada peragaan busana ini beragam koleksi busana yang ditampilkan memiliki gaya dan potongan modern dengan tetap memiliki karakter tradisional Indonesia. Terdapat suatu kesamaan dari para perancang, dimana beragam corak dan jenis bahan busana yang ditampilkan memiliki nuansa ciri khas Indonesia, seperti tenun, ikat, songket dan batik, yang memberikan keunikannya masing-masing. Busana-busana tersebut terlihat cocok dikenakan warga Rusia.

Peragaan busana disambut antusias para pengunjung yang menyaksikan. Tidak hanya itu, setelah pelaksanaan acara, banyak pengunjung yang menyerbu tenda para perancang untuk membeli langsung busana karya rancangan mereka, maupun membahas kerja sama dan kontak bisnis lebih lanjut.