Budi Karya Sumadi Jelaskan Peran Infrastruktur Transportasi dalam Mendukung Kawasan Ekonomi Khusus

84

Baca juga: Respons Bupati Petrus Kasihiw untuk Bangkitkan UMKM Teluk Bintuni pada Masa Pandemi

Kata Budi, interchange rencana tol baru tersebut dari Kilometer 89 Tol Cipali ke Patimban sepanjang 37,7 kilometer.

Pria asal Palembang tersebut menilai, langkah ini tentu mengundang investor masuk untuk mengembangkan kawasan Industri yang dekat dengan Pelabuhan Patimban

“Rencana trase jalan tol ini sudah mulai disosialisasikan sejak Agustus lalu,” ujar Budi.

“Integrasi pembangunan kawasan industri/KEK dengan pelabuhan dapat meningkatkan efisiensi logistik,” jelas sosok kelahiran 18 Desember 1956 tersebut.

Budi mencontohkan hal ini di KEK Sei Mangkei, Sumatera Selatan, yang diintegrasikan dengan Pelabuhan hub Internasional Kuala Tanjung.

Baca juga: Kata Ekandari Sulistyanngsih, Canthelan adalah Sarana Penyembuhan Diri di Masa Pandemi

Keduanya dihubungkan dengan jalur kereta api barang. Alhasil, jaraknya lebih dekat daripada Sei Mangkei ke Pelabuhan Belawan, Medan.

Selain terus melanjutkan program pembangunan infrastruktur, Kementerian Perhubungan juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp5,9 triliun.

Jumlah itu digunakan khusus untuk proyek-proyek padat karya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Baik di subsektor transportasi darat, udara, laut, maupun perkeretaapian.

Budi berpesan, pelaksanaan proyek-proyek padat karya di lapangan tidak boleh mengabaikan protokol kesehatan.

“Dengan demikian, proyek padat karya dapat membantu sebagian warga terdampak—para korban pemutusan hubungan kerja terdampak pandemi—untuk terus bertahan,” kata Budi.

“Namun, tidak menjadi kluster baru penyebaran Covid-19. Hal ini patut menjadi perhatian kita semua,” pungkasnya. (Ts/-Th)

Baca juga: Cerita Lastdes Christiany Buka Bisnis Makanan Sehat Sambil Promosikan Profesi Ahli Gizi