Budi Karya Sumadi Jelaskan Peran Infrastruktur Transportasi dalam Mendukung Kawasan Ekonomi Khusus

84

Baca juga: Hendri Saparini: Maksimalkan Pasar dalam Negeri untuk Pulihkan Ekonomi Indonesia

“Hal ini karena YIA dibangun dengan konstruksi tahan gempa (hingga magnitudo 8,8) dan tsunami (hingga 12 meter),” jelas alumnus Teknik Arsitektur UGM ini.

Meski biaya konstruksi YIA mahal, Budi melihat bahwa hal itu layak. Pasalnya, YIA merupakan pintu masuk utama turis internasional di luar Bali.

Yakni di lingkup segitiga ekonomi Joglosemar (Jogja-Solo-Semarang) dengan magnet utama Borobudur-Prambanan.

Sementara itu, jalan tol menuju BJB telah dibangun sebagai respons dari keluhan masyarakat Bandung.

Awalnya, masyarakat Bandung butuh waktu 2,5 jam untuk mencapai BJB.

Baca juga: Wimboh Santoso di KAGAMA Inkubasi Bisnis XIV: Ekonomi Indonesia Akan Membaik di Kuartal 3

Namun, kini hanya 45 menit dengan jalan tol baru via kendaraan pribadi.

Dua bandara di atas juga dibangun dalam rangka mendukung pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

YIA dibangun agar terintegrasi dengan KSPN (Kawasan Strategis Pariwisata Nasional) Borobudur.

YIA pun dilengkapi jaringan rel kereta api, dan tengah dibangun jalan tol Joglosemar yang disambung ruas Solo-Prambanan.

Sedangkan BJB akan terintegrasi dengan Pelabuhan Internasional Patimban. Berjarak 40 km via Tol Cipali (Cikopo Palimanan) dan disambung Patimban.

Baca juga: Filosofi yang Ingin Disampaikan KAGAMA Bengkulu Lewat Kebun Sayuran