Budi Karya Sumadi: Covid-19 Terus Menyerang, Tapi Kita Harus Move On

32
Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi, menilai bahwa situasi ketidaksiapan global akibat Covid-19 yang terjadi di lingkup domestik harus dapat dihadapi. Foto: Detik
Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi, menilai bahwa situasi ketidaksiapan global akibat Covid-19 yang terjadi di lingkup domestik harus dapat dihadapi. Foto: Detik

KAGAMA.CO, JAKARTA – KAGAMA perlu mengambil bagian untuk aktif mengedukasi masyarakat.

Sehingga, apa yang dilakukan oleh KAGAMA mampu memberikan solusi pada persoalan yang dihadapi bangsa terutama di masa pandemi ini.

Demikian seperti dituturkan Wakil Ketua Umum I PP KAGAMA Budi Karya Sumadi dalam webinar KAGAMA Inkubasi Bisnis (KIB) XIV: Pemulihan Ekonomi di Masa Pandemi, Minggu malam (27/9/2020).

Acara ini turut menghadirkan keynote speaker Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso, dan Ketua Umum PP KAGAMA, Ganjar Pranowo.

Hadir pula lima narasumber yakni Koordinator Staf Khusus Presiden RI dan Sekjend KAGAMA, AAGN Ari Dwipayana; Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Alumni UGM, Paripurna P. Sugarda; dan Guru Besar FEB UGM, Mardiasmo.

Baca juga: Ari Dwipayana: Pemulihan Ekonomi di Masa Pandemi Tidak Berdiri Sendiri

Kemudian, Pakar Epidemiologi UGM, Riris Andono Ahmad; serta Ekonom Core Indonesia, Hendri Saparini. Guru Besar FEB UGM sekaligus Staf Khusus Menteri Perhubungan, Wihana Kirana Jaya, tampil sebagai moderator.

Dalam kesempatan tersebut, Budi sangat mengapresiasi pelaksanaan KAGAMA Inkubasi Bisnis (KIB) yang hingga hari ini sudah berjalan sebanyak 14 kali dan mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat.

Budi melanjutkan, ada perrmasalahan secara makro dalam pemulihan ekonomi pada masa pandemi.

“Sudah enam bulan Covid-19 memberi dampak yang luar biasa bagi Indonesia,” tutur Budi.

“Yang paling parah di sektor pariwisata: perhotelan, restoran, transportasi, dan agen travel. Terdapat penurunan kurang lebih 30 persen.”

Baca juga: Filosofi yang Ingin Disampaikan KAGAMA Bengkulu Lewat Kebun Sayuran