KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Pengurus Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas), Sabtu (16/12/2017) di Grha Sabha Pramana (GSP) UGM, Bulaksumur, Sleman, Yogyakarta. Pelaksanaan Rakernas KAGAMA dengan tema “Bersinergi untuk Kejayaan Negeri” merupakan rapat kerja ketiga selama kepengurusan Pengurus Pusat (PP) KAGAMA sejak Musyawarah Nasional di Kendari, Oktober 2014.

Ketua Harian PP KAGAMA Budi Karya Sumadi dalam sambutannya menyampaikan, Rakernas tersebut  sebagai tradisi untuk konsolidasi pikiran, cita-cita, dan juga harapan agar KAGAMA tetap solid, lebih efektif, dan lebih berdaya guna bagi almamater, bangsa, masyarakat, dan bagi sesama alumni.

Alumnus Fakultas Teknik UGM itu juga menyinggung perihal pergantian tahun dari 2017 berganti 2018, yang merupakan tahun politik di Indonesia. Sebagai sesama alumni UGM, mereka mungkin akan dihadapkan pada pilihan politik yang berbeda, namun hal itu biasa dalam demokrasi.

“Adalah suatu keniscayaan dalam negara yang menganut demokrasi, kita akan berbeda dalam pilihan-pilihan politik. Ada kalanya kita sama, ada kalanya kita berbeda. Ini semua sunatullah, hukum alam di negeri demokratis. Hal biasa di alam demokrasi,” ujarnya.

Budi Karya Sumadi mengimbau sebagai sesama alumni, meski berbeda pilihan politik, namun KAGAMA tetap menjadi perekat persaudaraan dan persatuan.

Sebagai anggota KAGAMA, lanjut Budi Karya, mereka menghadapi tantangan pelik. Beberapa permasalahan, antara lain kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan, dan ketimpangan. Semua itu menjadi masalah bersama. Negara, yang sebagian di antara anggota dan pengurus KAGAMA berperan sebagai penyelenggaranya,  harus hadir melalui kebijakan perlindungan sosial. Namun, cita-cita mewujudkan negara kesejahteraan, welfare state, juga membutuhkan peran serta masyarakat, baik dalam bentuk solidaritas sosial, gotong royong, dan bahkan kepatuhan pada hukum dan peraturan.

Budi Karya berharap KAGAMA tetap dan akan selalu menunjukkan kepeloporan, baik dalam menguatkan dan mengefekifkan peran negara, pemerintah, maupun dalam memperkuat solidaritas sosial, menggiatkan gotong royong, dan mempromosikan kepatuhan, atau compliance, pada aturan dan tatanan yang dibangun bersama.

Sumber :

Bagian Humas dan Protokol UGM