Budayawan Medis UGM Yakin Indonesia Punya Peluang Bikin Vaksin Covid-19

1950
Direktur Umum RSUP Dr. Sardjito periode 2017-2020, Dr. dr. Darwito S.H., Sp. B (K) Onk., membabar masalah hak paten vaksin Covid-19.
 Foto: Ist
Direktur Umum RSUP Dr. Sardjito periode 2017-2020, Dr. dr. Darwito S.H., Sp. B (K) Onk., membabar masalah hak paten vaksin Covid-19.
 Foto: Ist

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Dr. dr. Darwito S.H., Sp. B (K) Onk. menjadi narasumber dalam Diskusi Online yang diadakan oleh Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI).

Alumnus FK-KMK UGM angkatan 1980 itu angkat bicara dalam diskusi bertemakan Pertarungan Hak Paten Vaksin Covid-19.

Sejak Covid-19 dinyatakan pandemi global oleh WHO, berbagai negara dikabarkan berbondong-bondong mengklaim telah memiliki atau tengah mengembangkan suatu vaksin.

Vaksin menurut Darwito adalah zat atau senyawa yang berfungsi untuk membentuk kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit.

Negara-negara itu yang dikabarkan telah atau tengah mengembangkan vaksin Covid-19 di antaranya adalah, Tiongkok, Iran, Inggris, hingga Amerika Serikat.

Baca juga: Hobi Koleksi Keris, Direktur RSUP dr. Sardjito Miliki Keris Era Majapahit

Namun, bagi Darwito, penemuan vaksin dalam waktu singkat adalah sebuah kemustahilan.

“Dahulu, minimal butuh enam tahun untuk menemukan vaksin. Kalau peristiwanya baru timbul Desember (2019), ini virus dari mana?” kata Darwito.

“Bisa jadi virusnya sudah dipelajari terlebih dahulu. Namun, kita tidak boleh terbawa teori konspirasi.”

“Butuh suatu pembuktikan secara ilmiah,” terang dokter yang cinta budaya dengan mengoleksi 600 keris sejak 1989 tersebut.

Menurut Darwito, proses penemuan vaksin mesti menempuh perjalanan panjang.

Baca juga: KAFEGAMA DIY Salurkan Bantuan Paket Sembako untuk Paguyuban Komunitas Alun-alun Kidul Yogyakarta