Brian Ingin Bangun Komunitas Basket di UGM

80

Baca juga: Tiga Langkah Strategis Pemerintah Siapkan Tenaga Kerja di Era Revolusi 4.0

Dengan cara ini, diharapkan pelatih bisa lebih memahami dasar-dasar melatih tim dan teknisnya.

Ada lagi rencana untuk menyelenggarakan kompetisi basket antar fakultas.

Diakui Brian, kegiatan ini sudah direncanakan sejak tahun lalu.

Namun, hingga saat ini belum terlaksana, karena terkendala pengurus yang memiliki keterbatasan waktu.

Brian punya evaluasi untuk UKM Basket yang sekaligus menjadi PR besar baginya.

Baca juga: Kuliah Sambil Kerja? Pertimbangkan Enam Hal Ini

Sampai saat ini menurut Brian semangat pemain perlu terus dibangun agar bisa latihan dan meraih prestasi.

Selain itu, pemain seringkali mudah merasa puas terhadap hasil yang dicapainya.

“Sebetulnya para pemain punya kemampuan bagus. Tapi, kadang nggak mau rendah hati dan mengikuti proses. Ketika didorong untuk meraih prestasi lagi nggak mau, karena merasa sudah bisa,” ungkap Brian.

Ke depan, Brian berharap UKM Basket bisa menjadi wadah untuk berkembang bagi semua kalangan.

Lebih Banyak Habiskan Waktu di Gelanggang dari pada di Kampus

Bagi Brian Gelanggang Mahasiswa UGM selalu menjadi wadah bagi siapa saja untuk berkembang.

Perkumpulan hangat yang sejak dulu dipelihara oleh orang-orangnya, menjadi salah satu yang membuat Brian betah menjadi bagian dari Gelanggang.

Diceritakan oleh Brian, ia menghabiskan lebih banyak waktunya di gelanggang dari pada di kampus.

“Aku bisa sepuluh jam dalam sehari menghabiskan waktu di Gelanggang, dari Subuh. Kadang di Gelanggang, kadang di Stadion Pancasila juga. Karena di sini kehidupan anak-anak UKM benar-benar terwadahi,” ungkapnya. (Kinanthi)

Baca juga: Mengembalikan Semangat Saat Jenuh Kuliah