KAGAMA.CO, BANDUNG  – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan didukung Pemerintah Daerah Jawa Barat dan Kementerian Ketenagakerjaan menyerahkan alat bantu kepada sejumlah penyandang disabilitas yang bernaung dalam Aliansi Perempuan Disabilitas dan Lansia di Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (8/8/2017). Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian serta tanggung jawab sosial BPJS Ketenagakerjaan kepada para penyandang disabilitas di Provinsi Jawa Barat.

“Sudah selayaknya keberadaan BPJS Ketenagakerjaan dirasakan seluruh lini, termasuk oleh penyandang disabilitas di Indonesia sebagai wujud komitmen BPJS Ketenagakerjaan dalam menciptakan kesejahteraan pada setiap lapisan masyarakat. Program ini diharapkan dapat mendukung terciptanya kesetaraan bagi para penyandang difabel,” ujar Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto berharap  bantuan alat bantu ini  dapat mendukung terciptanya kesetaraan bagi para penyandang difabel.
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto berharap bantuan alat bantu ini dapat mendukung terciptanya kesetaraan bagi para penyandang difabel.

Kegiatan yang diselenggarakan di Bale Pusat Dakwah Islam (PUSDAI) Kota Bandung ini juga mendapat apresiasi dari Menteri Ketenagakerjaan Muhammad Hanif Dhakiri, yang turut hadir dalam kegiatan ini. Menurutnya dengan adanya bantuan alat bantu bagi penyandang disabilitas ini merupakan wujud komitmen dari BPJS Ketenagakerjaan yang hadir di tengah masyarakat.

Berbagai jenis alat bantu disabilitas meliputi sepeda motor modifikasi roda, kaki palsu, tangan palsu, kursi roda, penyangga kaki, alat bantu dengar, tongkat netra, hingga alat bantu penunjang usaha seperti etalase, gerobak, mesin jahit telah diserahkan kepada sekitar 160 orang penyandang disabilitas di provinsi Jawa Barat.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto menyerahkan secara simbolis bantuan alat bantu dari BPJS kepada penyandang difabel di kota Bandung.
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto menyerahkan secara simbolis bantuan alat bantu dari BPJS kepada penyandang difabel di kota Bandung.

Melalui kegiatan ini, BPJS Ketenagakerjaan juga memperlihatkan wujud nyata, di mana setiap tenaga kerja yang mengalami cacat setelah kecelakaan kerja bisa terus aktif bekerja dengan kondisi kecacatan atau keterbatasan fisik yang dideritanya.

Para pekerja difabel ini juga telah tergabung dalam program perlindungan jaminan sosial dari BPJS Ketenagakerjaan, yang mendorong mereka untuk bekerja lebih produktif.

Agus berharap dengan adanya bantuan dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini dapat meningkatkan kesejahteraan dan kesetaraan hidup para penyandang disabilitas di Indonesia. “Semoga program TJSL ini juga bisa menginspirasi masyarakat lain untuk meningkatkan kepedulian kepada pekerja difabel, sehingga peningkatan kesejahteraan mereka dapat terakselerasi melalui sinergi semua pihak,” tuturnya.

 

Sumber : Divisi Komunikasi BPJS Ketenagakerjaan