Bisa Timbulkan Penyakit, Begini Cara Menangani Limbah Budidaya Ikan

32
Dosen Departemen Perikanan UGM, Dr. Susilo Budi Priyono, S.Pi., M.Si. menyampaikan cara menangani limbah budidaya ikan. Foto: Ist
Dosen Departemen Perikanan UGM, Dr. Susilo Budi Priyono, S.Pi., M.Si. menyampaikan cara menangani limbah budidaya ikan. Foto: Ist

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Petani perlu menyiapkan beberapa hal untuk meningkatkan produksi budidaya ikan.

Antara lain yakni menyediakan wadah yang bisa efektif digunakan, menggunakan benih unggul untuk membersihkan ikan, pemberian pakan secara efisien, dan pengelolaan budidaya yang baik oleh petani.

Pemaparan ini disampaikan oleh dosen Departemen Perikanan UGM, Dr. Susilo Budi Priyono, S.Pi., M.Si.

Susilo menyampaikannya dalam Bincang Desa bertajuk Implementasi Zero Waste dalam Sistem Perikanan, yang digelar oleh Desa Apss, pada Minggu (13/9/2020) secara daring.

Salah satu tantangan dalam budidaya ikan adalah penanganan limbahnya.

Baca juga: Alumnus FEB UGM Terpilih Jadi Ketua ISEI Jakarta Raya

Susilo mengatakan, limbah budidaya ikan yang utama berasal dari pakan ikan.

Penggunaan bahan-bahan kimia seperti garam, kapur, obat-obatan, vaksin, dan sebagainya juga akan menimbulkan limbah pada budidaya ikan.

“Belum lagi jika ikan kita terkena penyakit, limbahnya juga bisa berupa penyakit. Pakan yang kita berikan mengandung protein, unsur hara yang ada di dalamnya adalah nitrogen. Pakan yang diberikan tidak semuanya dimakan ikan.”

“Pakan yang tidak termakan itu, diperkirakan jumlahnya sekitar 15-20 persen, sisanya dicerna ikan dan menjadi daging ikan. Namun, sayangnya yang menjadi daging hanya 30 persen.”

“Nah, selebihnya menjadi limbah sebanyak 70 persen, entah dalam bentuk feses, urine, atau keluar melalui insang,” tutur alumnus jurusan Perikanan UGM angkatan 1987 ini.

Baca juga: Hal yang Membuat Kabupaten Puncak Masih Steril Covid-19