Bevaola Kusumasari: Saya Suka Sekali Belajar

149
Kecintaannya akan belajar ini kemudian membawanya ke Australia untuk menempuh studi S3. Foto: Rosa/KAGAMA
Kecintaannya akan belajar ini kemudian membawanya ke Australia untuk menempuh studi S3. Foto: Rosa/KAGAMA

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Belajar merupakan salah satu kegiatan yang tidak selalu disukai oleh kebanyakan orang.

Namun tidak berlaku bagi Dr. Bevaola Kusumasari, S.IP, M.Si, alumnus Hubungan Internasional (HI) UGM tahun 1994.

Perempuan yang kemudian melanjukan studinya di Magister Administrasi Publik UGM ini mengaku suka sekali dengan belajar.

Kala itu Ia bahkan tak hanya berkuliah di HI UGM, melainkan juga mengambil D2 Bahasa Inggris di Universitas Sanata Dharma.

Kecintaannya akan belajar ini membawanya menjadi salah satu pengajar di Departemen Manajemen dan Kebijakan Publik Fisipol UGM.

“Saya suka sekali belajar, nyaris semua kegiatanku waktu kuliah dulu ya, itu, hobi yang aku suka,” terang Bevaola kepada KAGAMA belum lama ini.

Selain menempuh dua studi sekaligus, ia juga menyibukkan diri sebagai salah satu pengajar bahasa Indonesia di Relia.

Di sana ia mengajari orang asing dari berbagai negara untuk mempelajari bahasa Indonesia.

Menurut Bevaola, untuk memenuhi bursa kerja saat ini mahasiswa dituntut memiliki portofolio kegiatan selain perkuliahan yang mendukung. (Foto: Dokpri)
Menurut Bevaola, untuk memenuhi bursa kerja saat ini mahasiswa dituntut memiliki portofolio kegiatan selain perkuliahan yang mendukung. (Foto: Dokpri)

Dalam kurun waktu seminggu, biasanya ia diharuskan untuk bisa mengajari kalimat-kalimat yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari pada orang asing yang menjadi muridnya.

“Waktu itu saya sudah punya penghasilan sendiri, Rp500 ribu dalam sebulan. Jadi itu termasuk seneng ya,” terangnya.

Kepuasannya atas penghasilan dari mengajar tersebut makin membuatnya bahagia dan terkesan, karena saat itu ia bisa membelikan kue-kue lebaran untuk orang tuanya.

Pengalaman mengajar bahasa Indonesia untuk orang asing inilah yang menurutnya menjadi bekalnya dalam menekuni pekerjaan sebagai dosen saat ini.

Dari pengalaman mengajarnya, dia mengaku jadi mengerti cara menjelaskan sesuatu yang baru kepada orang lain.

“Karena Pengalaman saya ngajar dengan orang asing itu jadi portofolio saya.”

“Saya jadi punya bekal menghadapi orang, dan ini jadi pengalaman saya untuk mengajar,” tuturnya.