Berpikir Secara Digital Kunci Kemajuan Pariwisata

62
Kementerian Perhubungan sedang mengembangman mobile data positioning untuk memantau transportasi darat, laut, dan udara. Tanpa ini, transportasi akan ketinggalan. Foto: Kinanthi
Kementerian Perhubungan sedang mengembangman mobile data positioning untuk memantau transportasi darat, laut, dan udara. Tanpa ini, transportasi akan ketinggalan. Foto: Kinanthi

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Era digital memaksa semua sektor untuk menyesuaikan diri, termasuk pariwisata dan semua aspek yang mendukung pengembangannya.

Teknologi seharusnya juga menjadi bagian dari destinasi.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero) Edi Setijono dalam seminar Tourism Supply Chain Management: Harnesing Supply Chain for Tourism Industry in Indonesia, pada Sabtu (21/9/2019) di Auditorium MM FEB UGM.

Ia mengatakan, cagar budaya Candi Borobudur jangan diperlakukan lagi sebagai monumen.

Tetapi, jadikan ini sebagai cagar budaya yang mengajarkan ilmu ke masyarakat, supaya generasi muda juga memiliki karya.

Direktur Utama PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero) Edi Setijono. Foto: Kinanthi
Direktur Utama PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero) Edi Setijono. Foto: Kinanthi

Baca juga: Kemenhub Kebut Pembangunan Konektivitas dan Aksesbilitas Transportasi Joglosemar

Tio menambahkan, untuk mengembangkan pariwisata yang harus dicermati pertama kali yaitu community angagement-nya.

Selanjutnya kita perlu memahami konteks perkembangan zaman.

“Sederhananya bagaimana kita merawat Borobudur hari ini. Society kita dikelola oleh milenial. Candi Borobudur harus dekat dengan milenial. Gunakan pendekatan anak muda. Salah satunya dengan menjadikan Candi Borobudur sebagai cagar budaya yang menginspirasi,” ujar alumnus Teknik Arsitektur UGM itu.

Pihaknya berharap agar anak muda memiliki kebanggaan terhadap cagar budaya ini sebagai peninggalan nenek moyangnya.

“Jika tidak, maka ego milenial akan mengesampingkan ini. Karena milenial terkenal dengan generasi yang tidak loyal. Untuk itu budget untuk engaged dengan milenial sangat perlu,” ungkapnya.

Baca juga: Menhub Minta UGM Fokus Riset Teknologi Daur Ulang Baterai Kendaraan Listrik