Berkat Teknologi dan Gaya Hidup, Ahmad Shofi Yakin Regenerasi Petani Akan Terwujud

124
Alumnus Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian UGM ini menyarankan bagi para calon petani untuk memulai sesuatu dari yang sederhana di tempat yang sudah disiapkan. Segera memulai dan jangan ditunda-tunda. Foto: Ist
Alumnus Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian UGM ini menyarankan bagi para calon petani untuk memulai sesuatu dari yang sederhana di tempat yang sudah disiapkan. Segera memulai dan jangan ditunda-tunda. Foto: Ist

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Pertanian dalam situasi terkini semakin akrab dengan perkembangan teknologi yang ada.

Pengembang kewirausahaan pertanian, Ahmad Shofi, S.P., menuturkaan, belakangan ini mulai muncul kelompok-kelompok tani virtual seiring dengan situasi pandemi Covid-19.

“Mulai ada kelompok tani jambu air, kelompok tani mangga, kelompok tani mangga, kelompok tani organik, dan lain-lain.”

“Di samping itu, sub bidangnya juga semakin bervariasi, ada urban farming, hidroponik, aquaponic, permaculture, triponik, dan tetraponik,” tuturnya.

Pengalamannya ini dia bagikan dalam acara Webinar Series Dies Natalis Fakultas Pertanian UGM, bertajuk Strategi Pengembangan SDM dan Regenerasi Petani, yang digelar beberapa waktu lalu.

Baca juga: Warga KAGAMA Bali Ajak Masyarakat Setempat Kembali Bertani dengan Manfaatkan Teknologi

Shofi melihat, kini citra psikologis pertanian semakin kuat di mata masyarakat, bahkan banyak orang yang menjadikan pertanian sebagai gaya hidup.

“Praktisi pertanian sekarang datang dari berbagai latar belakang. Pertanian semakin mudah dilakukan berkat platform YouTube yang menyediakan banyak tutorialnya,” ujarnya.

Berhasilnya seseorang dalam bertani, kata Shofi, bukan hanya soal kemudahan dalam mengakses ilmu. Tetapi, kembali juga pada niat dan kemauan petaninya.

Terlebih di masa pandemi seperti sekarang kata Ahmad, semua orang harus berpikir positif sembari berusaha memanfaatkan peluang yang ada, salah satunya dengan bertani.

“Pertanian bahkan bisa dikolaborasikan dengan ilmu arsitektur. Beberapa kali saya menemui konsep arsitektur rumah yang melibatkan pertanian, misalnya urban farming.”

Baca juga: Tata Kelola Sistem Produksi Pangan Kunci Wujudkan Jargon ‘Forest For Food’