Berkat Jalur Penerbangan, Bupati Willem Wandik Akui Harga Barang di Puncak Bisa Turun

100
Bupati Puncak alumnus UGM, Willem Wandik, menilai jalur transportasi udara penting bagi percepatan kemajuan daerah-daerah di Papua. Foto: Ist
Bupati Puncak alumnus UGM, Willem Wandik, menilai jalur transportasi udara penting bagi percepatan kemajuan daerah-daerah di Papua. Foto: Ist

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Transportasi menjadi kendala berarti bagi daerah-daerah di Provinsi Papua.

Tak terkecuali di Kabupaten Puncak, yang baru dibentuk pada 2008.

Dengan ketinggian antara 1500-4000 meter di atas permukaan laut, Puncak memang sulit diakses.

Namun, perhatian Kementerian Perhubungan untuk membangun moda transportasi udara, mengubah sedikit demi sedikit nasib masyarakat puncak.

Demikian seperti yang dirasakan Bupati Kabupaten Puncak, Willem Wandik, M.Si.

Baca juga: Falsafah Hidup Mengalir adalah Kunci Dedy Permadi Jadi Staf Khusus Kementerian Kominfo

“Sebelum ada penerbangan, kami tidak bisa pergi ke daerah atau ke distrik lain. Pergi dari kabupaten ke kabupaten pun sulit sekali,” kata Willem, dalam webinar Transportasi untuk Merajut Keberagaman yang digelar Kementerian Perhubungan, beberapa waktu lalu.

“Tetapi sekarang luar biasa dengan adanya bandara yang dibuka. Di situlah terjadi kemajuan daerah yang luar biasa.”

“Saya rasa Bapak Menteri (Budi Karya Sumadi) sudah melakukan banyak terobosan sejak dilantik Presiden Joko WIdodo, tentang bagaimana membangun daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar),” sambungnya.

Alumnus Magister Ekonomika Pembangunan UGM ini lantas menjelaskan dampak ekonomi yang terjadi berkat kebijakan mengenai akses penerbangan.

Kata Willem, harga barang-barang di Puncak kini sudah turun dari yang sebelumnya 2-5 kali lipat dari harga Jakarta.

Baca juga: Pakar Silvikultur UGM: Pinus Merkusii Bernilai Ekonomi Tinggi