KAGAMA CO, BULAKSUMUR – Mengikuti perkembangan industri dan teknologi yang begitu pesat, sudah seharusnya universitas menjadi tulang punggung tumbuhnya inovasi-inovasi baru. Inovasi tersebut hadir guna menyesuaikan diri dengan era yang saat ini kita jajaki.

Era industri 4.0 diwarnai dengan perlombaan-perlombaan dalam penciptaan teknologi yang unggul. Banyak persoalan sehari-hari dan berbagai macam kendala coba diselesaikan dengan banyak inovasi yang muncul. Efisiensi, kecepatan, ketpatan adalah beberapa hal yang terus dikejar oleh para inovator di UGM.

Berbicara mengenai perkembangan tsknologi dan inovasi baru di UGM khususnya, tidak lengkap jika tanpa menyebut Fakultas Teknik. Di Fakultas Teknik sendiri, para mahasiswa dan dosen membentuk komunitas-komunitas riset yang bertujuan menumbuhkan inovasi yang tepat guna. Berikut 4 komunitas tersebut.

1. Gadjah Mada Robotic Team
Merupakan komunitas yang bergerak di bidang riset dan penelitian serta pengembangan robot. Komunitas yang lebih akrab disebut GMRT ini memiliki jumlah anggota yang cukup banyak. yaitu sekitar 80 orang dari berbagai jurusan. Menurut pembinanya, Dr. R. Rachmat Sriwijaya, GMRT telah banyak menjuarai berbagai kejuaraan baik nasional maupun internasional.

2. Gamantaray
Merupakan satu tim yang dibentuk dengan tujuan riset serta pengembangan di bidang perkapalan. Seperti halnya GMRT, Gamantaray juga telah banyak mendapat juara tingkat nasional. Gamantaray sendiri dibina oleh Dr. Adhika Widyapraga.

3. Bima Sakti
Bima Sakti merupakan tim riset dan pengembangan yang fokus pada mobil pacu, atau mobil balap. Bima Sakti dibuat dan didirikan pada tahun 2010 kemudian mengikuti lomba pada tahun 2012. Tim ini dibina oleh Dr. Fauzan.

4. Gamaforce UGM
Merupakan tim atau komunitas riset yang beranggotakan dosen dan mahasiswa dari berbagai fakultas di UGM. Gamaforce berfokus pada pengembangan pesawat tanpa awak. kordinator tim dijabat oleh Dr. Gesang Nugroho.(Thovan)