Benarkah Kebun Sawit Penyebab Kerusakan Hutan Dunia?

228
Suasana panen di perkebunan sawit PT NSP. Foto: Ist
CEO PT Nusantara Sawit Persada, Teguh Patriawan, mempertanyakan kembali apakah kebun sawit merusak hutan dunia? Foto: Ist

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Suatu area dengan luasan lebih dari 0,5 hektar dapat dikatakan sebagai hutan. Yakni jika lebih dari 10 persen bagiannya ditutupi oleh pepohonan.

Artinya, hutan dicirikan dengan keberadaan pohon yang dominan. Tinggi minimum deretan pohon yang ada di sana adalah lima meter.

Demikian definisi hutan menurut Teguh Patriawan, merujuk United Nation, FAO, dan Kyoto Protocol.

Teguh adalah alumnus Fakultas Kehutanan UGM angkatan 1968 yang kini menjadi CEO PT Nusantara Sawit Persada.

Sebagai paru-paru dunia, peran hutan sangat penting dalam menyediakan oksigen bagi kehidupan bumi.

Alumnus Fakultas Kehutanan UGM, Teguh Patriawan, menjelaskan tentang aktivitas perkebunan sawit dalam menghadapi pandemi. Foto: Ist
Alumnus Fakultas Kehutanan UGM, sekaligus CEO PT Nusantara Sawit Persada, Teguh Patriawan. Foto: Ist

Baca juga: Jelang Idul Adha, Kemenhub Lepas Kapal Ternak dengan Rute Baru untuk Dukung Swasembada Pangan

Selain itu, hutan merupakan rumah bagi beragam spesies flora dan fauna.

Namun, belakangan ini luasan hutan di dunia, termasuk Indonesia, disebut-sebut mengalami penyusutan.

Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan mencatat, laju deforestasi Indonesia mencapai 465,5 ribu hektar pada 2018-2019.

Sebagian pihak menilai bahwa fenomena tersebut terjadi karena pengalihfungsian lahan hutan.

Hanya saja, Teguh tidak sepakat bila aktivitas perkebunan sawit turut berkontribusi dalam merusak hutan Indonesia.

Baca juga: Mandiri Pangan dengan Beternak Ikan ala Pakar Perikanan UGM