KAGAMA.CO, BELARUS – National Academy of Sciences of Belarus memiliki minat besar bekerja sama dengan lembaga-lembaga iptek Indonesia, termasuk LIPI yang sudah terjalin sejak tahun 2012.

Demikian disampaikan Duta Besar RI untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus berkedudukan di Moskow, M. Wahid Supriyadi saat menyaksikan penandatanganan Memorandum Saling Pengertian di Bidang Pendidikan Tinggi antara Kemenristekdikti RI dan Kementerian Pendidikan Belarus.

Dubes Wahid mendukung pengembangan kerja sama Iptek dan dikti antara Indonesia dengan Belarus sebagai salah satu peluang kerja sama. Menurut Dubes Wahid, Belarus merupakan salah satu negara pecahan Uni Soviet yang memiliki tingkat kemajuan iptek yang cukup tinggi.

“Di antara teknologi maju yang dikembangkan Belarus, antara lain teknologi pertanian, energi, informasi, kesehatan, sosial dan humaniora, serta pertahanan,” imbuhnya.

Penandatanganan tersebut dilakukan oleh Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti, Ainun Na’im dan Deputi Menteri Pendidikan Belarus, Sergey Rudy bertempat di Belarusian State University pad Sabtu (17/11/2018).

Agenda tersebut merupakan salah satu rangkaian dari kunjungan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI, Mohamad Nasir di Belarus pada Belarus pada 13-14 November 2018.

Kunjungan dimaksudkan untuk meningkatkan kerja sama riset, teknologi, inovasi dan pendidikan tinggi antara Indonesia dengan Belarus, sebagai bagian dari peringatan 25 tahun hubungan RI-Belarus.

Dalam kunjungan tersebut, Menristekdikti turut didampingi Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti, Ainun Na’im, Ketua Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, LT Handoko, Rektor Institut Teknologi Bandung, Kadarsah Suryadi, dan Kepala Biro Kerja Sama dan Komunkasi Publik Kemenristekdikti, Nada Marsudi.(Sumber: Kemenristekdikti)