Belajar Adat dan Budaya Keraton di Makam Raja-raja Mataram Kotagede

Obyek wisata bersejarah ini dibangun sekitar abad ke-17.(Foto: Kinanthi)
Obyek wisata bersejarah ini dibangun sekitar abad ke-17.(Foto: Kinanthi)

KAGAMA, BANTUL – Kotagede menjadi salah satu daerah di Yogyakarata yang memiliki keunikan tersendiri dibandingkan daerah lainnya. Selain terkenal dengan kerajinan perak dan kulinernya yang murah, Kotagede juga menghadirkan tempat wisata yang menarik.

Makam Raja-raja Mataran Kotagede merupakan salah satu tempat wisata yang cukup ramai pengunjung setiap harinya.

Makam ini terletak di kampung Purbayan, Jagalan, selatan Pasar Kotagede. Tidak perlu membayar tiket masuk, anda cukup membayar tiket parkir saja (jika membawa kendaraan) sebanak 2.000 rupiah. Berjalan dari tempat parkir menuju pintu masuk, anda akan menemui beberapa warung makan kecil dan angkringan sederhana.

Memasuki kawasan makam anda akan melihat pelataran cukup luas dengan dinding-dinding arsitektur yang khas dan terbuat dari batu bata. Lebih jauh lagi memasuki kawasan makam sebelah selatan, ada beberapa bangsal yang digunakan para pengunjung sebelum berziarah ke makam.

Sementara di dekatnya ada pintu besar, yakni pintu masuk makam raja-raja mataram. Pintu makam selalu dalam keadaan terkunci, kecuali jika ada jadwal ziarah ke makam, maka pintu akan dibuka oleh abdi dalem. Terdapat sebanyak 600 makam di sini.

Obyek wisata bersejarah ini dibangun sekitar abad ke-17.(Foto: Kinanthi)
Obyek wisata bersejarah ini dibangun sekitar abad ke-17.(Foto: Kinanthi)

Kemudian masuk di pintu sebelah selatan lagi, anda akan menemui Sendang Putera dan Sendang Puteri yang sejak dulu hingga sekarang digunakan untuk mandi oleh warga sekitar. Masih dekat dengan area pemandian, terdapat dua kolam dengan banyak ikan.

Pagi ini sekitar pukul 10.00 WIB, makam raja banyak dikunjungi oleh para peziarah dan pengunjung yang ingin menikmati keindahan bangunan di kawasan makam. Para pengunjung bisa dengan bebas memasuki kawasan makam. Jam bukanya setiap hari mulai pukul 10.00–17.00 WIB.

Berbeda jika anda ingin melakukan ziarah, makam raja hanya dibuka pada hari-hari tertentu, yaitu hari Minggu, Senin, dan Jumat. Namun, anda harus mengenakan pakaian khusus berupa kemben dan jarik bagi perempuan. Jarik, surjan, dan blangkon bagi laki-laki.

Terdapat pendopo sederhana tempat penyewaan pakaian tradisional ini, anda bisa menyewanya di situ. Sedangkan untuk berganti pakaian, ada di pendopo seberang tempat penyewaan. Selain sebagai ruang ganti, anda bisa menaruh barang bawaan anda.

Para wisatawan sangat antusias dengan keindahan bangunan bersejarah ini. Selain sebagai tempat ziarah, Makam Raja Mataram juga berperan sebagai tempat edukasi sejarah budaya Keraton dan kehidupan religiusnya sebagai muslim.

Demikian juga bagi para peziarah. Usai berdoa di makam dan masih menggunakan pakaian tradisional Jawa, mereka tak lupa untuk berfoto bersama di depan pintu makam.